Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris 13.964 Guru SD

Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris 13.964 Guru SD
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian revitalisasi 45 sekolah di Sidoarjo, Selasa (14/4/2026). Ia menjelaskan Kemendikdasmen akan melaksanakan pelatihan untuk meningktkan kompetensi bahasa Inggris bagi 13.964 guru S

Sidoarjo, Jawa Timur , sorotkabar.com -
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong peningkatan kompetensi bahasa Inggris 13.964 guru sekolah dasar (SD) dalam mempersiapkan pelaksanaan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pihaknya telah melaksanakan pelatihan pembelajaran mendalam bahasa Inggris bagi 5.777 guru SD di berbagai penjuru Indonesia.

"Peningkatan kompetensi tersebut sebagai upaya pemerintah dalam proses persiapan penerapan mata pelajaran terkait secara wajib mulai 2027 untuk siswa sejak kelas 3 SD," kata Mu'ti di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, yang menjadi fokus pemerintah dalam reformasi pendidikan nasional.

Di sisi lain, dalam lingkup yang lebih luas, Mu'ti menyatakan bahwa Kemendikdasmen turut menargetkan penguatan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru dan pembelajaran mendalam di berbagai bidang.

Program tersebut mencakup alokasi pelatihan bagi guru di lebih dari 11.400 satuan pendidikan yang sebagian telah melalui proses verifikasi dan validasi, serta tengah memasuki tahap penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).

“Kami sudah mengalokasikan untuk lebih dari 11.400 satuan pendidikan. Sebagian sudah verifikasi dan validasi, dan kini dalam proses penandatanganan perjanjian kerja sama agar program bisa segera berjalan,” ujar Abdul Mu’ti.

Langkah ini diambil untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan dunia pendidikan di Indonesia, pascapandemi Covid-19, serta akibat berbagai faktor lainnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index