Polri Godok Universitas Kepolisian, Realisasi Tunggu Restu Pemerintah

Polri Godok Universitas Kepolisian, Realisasi Tunggu Restu Pemerintah
Seminar Sekolah Mahasiswa S1 STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83 di PTIK, Jakarta, Senin 13 April 2026. (Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman)

Jakarta, Beritasatu.com - Polri tengah menggodok pembentukan Universitas Kepolisian (Unipol) sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme anggota. Namun, realisasi gagasan tersebut masih menunggu restu pemerintah.

Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri, Komjen Pol Chrysnanda Dwilaksana, mengatakan Unipol sejatinya bukan gagasan yang lahir dari nol. Menurut dia, pengembangan ilmu kepolisian sudah berjalan sejak lama dan kini perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Saya katakan bukan dari nol, tetapi ini mengembangkan. Karena mau tidak mau, kita tidak bisa statis atau stuck diam saja,” kata Chrysnanda seusai Seminar Sekolah Mahasiswa S1 STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83 di PTIK, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Chrysnanda menegaskan, pengembangan ilmu kepolisian menjadi keharusan agar institusi kepolisian mampu memprediksi dan merespons berbagai persoalan secara transparan dan berkeadilan. Meski demikian, dia mengakui wacana pembentukan Unipol masih berada dalam tahap proses.

Menurut dia, pembentukan Universitas Kepolisian membutuhkan dukungan banyak pihak. Selain itu, Polri masih menunggu political will dari para pemangku kepentingan untuk mewujudkannya.

“Selama ini masih kita menunggu political will, dan perlu juga pemikiran, baik dari pada strukturnya, instrumentalnya, guru-gurunya, dan juga termasuk anggarannya,” ujar Chrysnanda.

Dia menambahkan, Unipol nantinya tidak hanya ditujukan untuk internal kepolisian, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas. Hal ini dinilai dapat memperluas perspektif pendidikan kepolisian sekaligus memperkuat interaksi dengan kalangan sipil.

Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Eko Sudarto, mengungkapkan sinyal operasional Unipol sebenarnya sudah muncul sejak 2023. Saat itu, kata dia, Kementerian Pendidikan Tinggi telah memberikan lampu hijau untuk operasional awal, meski masih ada sejumlah izin lanjutan yang harus dipenuhi.

“Ini kita sedang beproses untuk mendapatkan izin prakarsa dari Dikti maupun dari Menpan, kemudian setelah itu akan ada Perpres dari Presiden,” ungkap Eko Sudarto.

Eko mengatakan, kehadiran Unipol dapat menjadi salah satu gerbang transformasi pendidikan di internal Polri. Menurut dia, institusinya serius menyiapkan kader-kader Polri masa depan melalui penguatan sektor pendidikan.

“Artinya bahwa kita serius untuk menyiapkan kader-kader Polri masa depan, mengawal peradaban dan berjuang untuk memanusiakan manusia,” tutur Eko Sudarto.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, Eko Prasojo, menilai upaya mewujudkan Unipol tidak mudah. Sebab, ada sejumlah aspek yang harus dipersiapkan secara matang, mulai dari sumber daya manusia hingga anggaran.

Terkait anggaran, Eko menegaskan perlunya persetujuan DPR dan pemerintah. Dia juga mengingatkan pentingnya merancang profil lulusan yang jelas agar sumber daya manusia yang dihasilkan benar-benar dapat dimanfaatkan bagi kemajuan bangsa dan negara.

Meski demikian, Eko tetap memandang positif rencana pembentukan Unipol. Menurut dia, kehadiran kampus tersebut berpotensi mendorong perubahan kultur polisi menjadi lebih humanis.

“Kultur polisi yang lebih humanis. Karena dia berinteraksi dengan intake atau masukan-masukan dari masyarakat yang berbeda. Jadi tidak melulu hanya bergaul dengan polisi, tapi juga bergaul dengan masyarakat sipil. Jadi artinya pergaulan ini akan membentuk mental model yang baru, mindset yang baru. Bagaimana cara memahami masyarakat,” pungkasnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index