Pembangunan Pesantren Dar Aswaja Pekanbaru Resmi Dimulai

Pembangunan Pesantren Dar Aswaja Pekanbaru Resmi Dimulai
Pembangunan Pesantren Dar Aswaja Pekanbaru Resmi Dimulai

Pekanbaru, sorotkabar.com – Pembangunan Pondok Pesantren Dar Aswaja cabang kedua resmi dimulai. Pencanangan fasilitas pendidikan ini berlokasi di Jalan Labersa dan diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Sabtu (11/4/2026).

Kawasan pendidikan agama ini dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Tanah tersebut merupakan hibah dari mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail. Pusat pendidikan ini berstatus sebagai cabang kedua menyusul pesantren serupa yang sudah lebih dulu beroperasi di daerah Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.

Pimpinan Pondok Pesantren Dar Aswaja Rokan Hilir, Usman Syaufi menyebutkan proses konstruksi bangunan langsung dikerjakan tahun ini. Pihaknya menargetkan fasilitas tersebut segera rampung sehingga bisa menerima pendaftaran santri baru tahun 2027 mendatang.

"Ini merupakan langkah besar dalam memperluas akses pendidikan berbasis pesantren di Riau. Kami berharap kehadiran Dar Aswaja Pekanbaru mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak," jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat. Tampak hadir mantan Gubernur Riau, Syamsuar. Hadir pula Anggota DPR RI, Abdul Munif, Anggota DPD RI, Muhammad Mursyid, perwakilan Kementerian Agama Kota Pekanbaru, jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), serta Ketua NU Riau, R Abdul Khalim Mahali.

Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan komitmen untuk bersinergi mengembangkan lembaga tersebut. Keberadaan pesantren dinilai sejalan dengan target pemerintah kota yang ingin mencetak 1.000 penghafal Al-Qur'an setiap tahun.

"Kami menyambut baik pembangunan ini. Ke depan, pemerintah kota akan berkolaborasi untuk mendukung pengembangan pesantren, karena ini sejalan dengan visi kami dalam membangun generasi religius," papar Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia juga menyerahkan bantuan uang tunai pribadi sebesar Rp5 juta guna membantu proses pendirian bangunan pesantren.

Dukungan senada datang dari mantan Gubernur Riau, Wan Abubakar dan Syamsuar. Keduanya memandang kehadiran fasilitas ini akan berdampak positif bagi pembinaan sumber daya manusia di usia muda.

"Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat," ungkap mereka.( *)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index