Jakarta,sorotkabar.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Saan Mustopa menanggapi isu penggabungan Partai Nasdem dengan Partai Gerindra. Secara diplomastis Saan menyebut bahwa peleburan partai merupakan hal yang biasa dalam lanskap politik nasional.
“Ini juga saya baru, kaget juga, ya, mencuat terkait dengan soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi, ya, bukan merger. Bukan akuisisi, (melainkan) fusi, Gerindra-Nasdem,” kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Menurut dia, sebagai sebuah wacana, fusi atau peleburan partai politik merupakan hal yang biasa saja. “Kita dulu tahun '73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa,” ujarnya.
Menurut dia, dalam mewujudkan wacana fusi tersebut, perlu pertimbangan terkait identitas dan eksistensi partai. Sebab, ketika suatu partai didirikan, para pendirinya memiliki ideologi yang berbeda-beda.
“Ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan. Ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai dengan semangat, motivasi, dan filosofi membangun partai masing-masing,” kata dia.
“Jadi, sekali lagi, sebagai sebuah ide atau wacana, ya, atau gagasan, itu hal yang biasa saja, tapi ketika kita mau wujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, harus didiskusikan, harus direncanakan,” katanya menambahkan.
Namun Saan menyebutkan bahwa belum ada pembicaraan khusus di internal Partai Nasdem terkait wacana fusi tersebut. "Karena kita sekarang masih fokus mengkonsolidasikan internal kita,” katanya.
Di sisi lain, dia mengaku tidak tahu persis terkait pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang disebut membahas wacana penggabungan partai.
“Saya tidak tahu persis terkait dengan soal pertemuan, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan,” ucap Saan.
Menurut dia, pertemuan antara Surya dan Prabowo karena Nasdem merupakan bagian dari partai koalisi pemerintah. Dalam setiap langkah politik menurut dia, Nasdem berupaya agar program prioritas pemerintah berjalan baik.
“Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan Nasdem terhadap pemerintah, maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden,” kata dia.(*)