Jakarta,sorotkabar.com - Pengembangan ekonomi syariah ke depan dinilai harus difokuskan pada sektor riil agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di tingkat bawah.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Seminar dan Musyawarah Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Barat di Bandung, Sabtu (11/4/2026).
“Ekonomi syariah ke depan harus lebih fokus ke sektor riil. Salah satu kuncinya adalah penguatan koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Ferry menjelaskan, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa. Saat ini, sebanyak 4.200 unit bangunan telah siap beroperasi, sementara 32.000 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Koperasi tersebut dirancang memiliki tiga fungsi utama, yakni menyalurkan kebutuhan pokok dan barang subsidi, menjadi penyerap hasil produksi desa, serta menyalurkan program strategis pemerintah.
Menurutnya, integrasi koperasi desa ke dalam ekosistem ekonomi syariah akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pembiayaan mikro, ritel modern, hingga layanan kesehatan seperti klinik dan apotek.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi bagian dari integrasi ekosistem ekonomi syariah,” tegasnya.
Ia juga mendorong perbankan syariah di Jawa Barat untuk menghadirkan model pembiayaan mikro yang mampu mendukung operasional koperasi desa secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum MES Jawa Barat Harry Maksum menambahkan, selain sektor riil, pengembangan ekonomi syariah juga perlu memperhatikan aspek lingkungan.
Menurutnya, isu ekonomi hijau harus menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai daerah.
Ia pun mengusulkan pembentukan komite khusus ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan hidup dalam struktur MES nasional.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Bank Indonesia Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan syariah.(*)