Kurir Sabu 2 Kg Ditangkap di Bandara Silangit, Sudah 4 Kali Lolos

Kurir Sabu 2 Kg Ditangkap di Bandara Silangit, Sudah 4 Kali Lolos
Foto: Tersangka saat diamankan Polres Taput (dok. Polres Taput)

Medan, sorotkabar.com - Polisi menggagalkan peredaran 2 kg sabu dari jaringan antarprovinsi yang hendak dikirim melalui transportasi udara di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit, Kecamatan Siborongborong, Taput.

Pelaku diupah Rp 35 juta dan sudah empat kali berhasil melancarkan aksinya.
Kasi Humas Polres Taput, Aiptu W. Baringbing, mengatakan pelaku menggunakan modus dengan menyelipkan narkotika tersebut ke dalam celana saat berangkat naik pesawat.

"Dalam sebuah tas yang berisi 12 unit celana jins, di dalam lipatannya ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang diperkirakan seberat 2 kg," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2026).

W. Baringbing mengatakan tersangka telah lima kali melakukan pengiriman narkotika jenis sabu melalui Bandara Silangit dengan tujuan Jakarta.

"Menurut pengakuan pelaku, dirinya sudah empat kali berhasil mengirimkan sabu melalui Bandara Silangit. Pengiriman pertama 2 kg, kedua 2 kg, ketiga 1,7 kg, dan keempat 1 kg. Pada pengiriman kelima ini, pelaku tertangkap dengan barang bukti seberat 2 kg," ujarnya.

Pelaku yang diamankan berinisial AAA (21), warga Rawang Itek, Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Penangkapan dilakukan pada Kamis
(19/3) sekitar pukul 12.30 WIB di area check-in bandara. Petugas mencurigai gerak-gerik pelaku, lalu berkoordinasi dengan kepolisian bandara.

Pelaku kemudian diamankan bersama barang bawaannya. Setelah digeledah, ditemukan sabu yang disembunyikan di dalam celana. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sabu tersebut akan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada seseorang yang tidak dikenalnya.

Ia juga mengaku sudah beberapa kali melakukan pengiriman melalui Bandara Silangit. Pelaku mengaku dijanjikan upah Rp35 juta untuk sekali pengiriman. Namun, ia baru menerima uang muka melalui transfer.

Selain melalui Bandara Silangit, pelaku juga pernah mengirim sabu lewat Bandara Minangkabau, Sumatera Barat, seberat 1,3 kg.

Polisi menyebut sabu tersebut berasal dari Aceh. Pelaku berkomunikasi dengan jaringan menggunakan aplikasi pesan untuk menghindari penyadapan.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan pengedar, termasuk penerima di Jakarta serta pemasok dari Medan dan Aceh.(*) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index