Dinkes Natuna: Relawan 5 SPPG miliki kompetensi keamanan pangan

Dinkes Natuna: Relawan 5 SPPG miliki kompetensi keamanan pangan
Kepala Dinkes Natuna Hikmat Aliansyah (kiri) di Natuna, pada Maret 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, sorotkabar.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mencatat relawan di lima satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah itu telah memiliki kompetensi di bidang keamanan pangan.

Kepala Dinkes Natuna Hikmat Aliansyah dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan para relawan yang memiliki kompetensi di bidang keamanan pangan merupakan salah satu syarat penting bagi SPPG yang ingin mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ia mengatakan SLHS merupakan sertifikat yang wajib dimiliki pengelola SPPG sebagaimana ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sertifikat tersebut memastikan proses pengolahan hingga penyajian makanan dilakukan secara higienis dan aman, dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Salah satu persyaratan dalam pengurusan SLHS adalah seluruh relawan atau penjamah makanan yang bekerja di SPPG harus memiliki sertifikat keamanan pangan. Selain itu, mereka juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak menderita penyakit menular, seperti Tuberkulosis (TBC),” katanya.

Dia menjelaskan pelatihan keamanan pangan dibiayai masing-masing pengelola SPPG, sedangkan Dinas Kesehatan berperan sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak lima SPPG yang telah mengikuti proses pengurusan SLHS tersebut mencakup SPPG Pering, Batu Hitam, Ranai Darat, Bunguran Selatan, dan Kelarik.

Dari lima SPPG tersebut, kata dia, baru satu yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan telah dinyatakan lulus untuk mendapatkan SLHS.

"Dinkes Natuna hanya mengeluarkan rekomendasi, sementara yang mengeluarkan SLHS DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)," ujar dia.

Hikmat menambahkan secara keseluruhan terdapat 10 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Natuna. Seluruhnya merupakan SPPG aglomerasi yang melayani beberapa wilayah, dalam pelaksanaan program MBG.

Ia menambahkan tiga di antara lima SPPG yang relawannya belum memiliki sertifikat keamanan pangan telah mengajukan permohonan untuk mengikuti pelatihan dalam waktu dekat.

“Ketiga SPPG itu mencakup SPPG Sedanau, Bunguran Timur Laut, dan Bunguran Tengah,” ujar dia.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index