Jakarta,sorotkabar.com - Seruan tegas menghentikan ekspansi bisnis ritel modern atau minimarket, seperti Alfamart dan Indomaret mengemuka di parlemen. Hal itu menandai tuntutan negara berpihak pada koperasi desa dan ekonomi rakyat kecil.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melontarkan pernyataan keras soal masa depan ekonomi desa. Ia menegaskan, jika koperasi desa Merah Putih (kopdes Meah Putih) sudah berjalan, pemerintah harus menghentikan pemberian izin ritel modern atau minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendes Yandri dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR pada 21 November 2025 lalu, dan kembali ditulis ulang pada Sabtu (21/2/2026).
Menurut Yandri, ekspansi ritel modern selama ini menciptakan ketimpangan yang mengancam kemandirian ekonomi desa. “Buat apa kita membangun kopdes, tetapi Alfamart dan Indomaret terus merajalela. Itu artinya tidak adil,” tegasnya.
Ia menilai dominasi lebih dari 20.000 gerai ritel modern mencerminkan kekuatan ekonomi yang terlalu besar dan berpotensi monopoli.
Yandri menekankan, keberpihakan pemerintah harus nyata, bukan sekadar slogan. Jika kopdes didorong sebagai tulang punggung ekonomi desa, maka kebijakan perizinan ritel modern harus dikoreksi.
“Kopdes jalan, Alfamart dan Indomaret cukup sampai di situ,” ujarnya lugas di hadapan anggota DPR.
Sikap tegas itu mendapat respons Ketua Komisi V DPR Lasarus. Ia menilai, meski dana desa dan infrastruktur telah digelontorkan besar-besaran, kemiskinan desa masih tinggi dan pergeserannya lambat. Menurutnya, persoalan utama bukan hanya anggaran, tetapi peluang ekonomi yang belum terbuka luas bagi masyarakat desa.
Lazarus menyoroti faktor sumber daya manusia, permodalan, hingga pengaruh kekuasaan sebagai variabel kunci yang menentukan keberhasilan desa.
"Karena itu saya berharap, pak menteri harus ada roadmap untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini," tegasnya.
Ia juga mengingatkan, kebijakan tersebut akan memicu resistensi kuat dari pelaku usaha besar. Namun, Lazarus menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan DPR harus solid untuk menghadapi tekanan itu demi kepentingan rakyat desa.
"Bagaimana pemerintah mengambil kebijakan itu (penghentian Alfamart dan Indomaret), tentu saya yakin pak menteri akan menghadapi tantangan yang tidak ringan di luar," tutupnya.(*)