Palu, Sulteng, sorotkabar.com - Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memperketat pengawasan distribusi tabung elpiji 3 kilogram guna memastikan harga jual komoditas bersubsidi tersebut di tingkat pangkalan sesuai harga eceran tertinggi (HET), yang ditetapkan pemerintah daerah.
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji 3 kilogram di Kecamatan Bungku Tengah.
"Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami melaksanakan sidak di sejumlah pangkalan untuk memastikan stok tetap aman, harga tidak melebihi HET, dan berat setiap tabung sesuai standar," katanya dalam keterangannya di Palu, Sulteng, Sabtu.
Ia mengatakan sidak ini merupakan bentuk pengawasan langsung pemerintah daerah menyusul adanya aduan masyarakat terkait mahalnya harga elpiji di tingkat pangkalan.
Ia menegaskan bahwa gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok masyarakat kecil, sehingga distribusinya harus tepat sasaran dan harganya tidak boleh melampaui ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam sidak tersebut, Iksan mengecek ketersediaan stok, mekanisme distribusi, serta harga jual kepada masyarakat.
Penetapan HET elpiji 3 kilogram di Kabupaten Morowali mengacu pada SK Bupati Morowali Nomor 100.3.3.2/Kep0372/Ekon-SDA/2025 yakni berdasarkan zonasi kecamatan, dengan rincian Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya Rp26.000 per tabung 3 kg, Bungku Barat Rp28.000, Bungku Tengah dan Bungku Timur Rp30.000, Bahodopi dan Bungku Pesisir Rp32.000, Bungku Selatan dan Menui Kepulauan Rp38.000, serta Sombori Kepulauan Rp39.000.
Bupati menginstruksikan dinas bagian ekonomi daerah untuk melakukan pengawasan rutin serta berkoordinasi dengan agen dan pangkalan agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan.
Menurut dia, perbedaan harga tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait faktor distribusi dan biaya transportasi, khususnya untuk wilayah kepulauan dan daerah dengan akses terbatas.(*)