Washington,sorotkabar.com – Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R Ford tengah bergerak menuju Laut Mediterania sebagai bagian dari penguatan kehadiran militer Washington untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran.
Laporan BBC mengonfirmasi bahwa USS Gerald R Ford melewati Selat Gibraltar pada Jumat (20/2/2026). Foto-foto yang diambil dari daratan Gibraltar menunjukkan kapal induk tercanggih AS tersebut melintasi selat dengan latar belakang pegunungan Maroko. Data pelacakan kapal juga memastikan kapal perusak USS Mahan, bagian dari kelompok serang Ford, telah mengikuti jalur tersebut menuju Timur Tengah.
Kehadiran Gerald R Ford akan memperkuat posisi USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dahulu berada di lepas pantai Oman, sekitar 700 km dari Iran. Dengan masuknya Ford, AS kini mengoperasikan dua dari 11 kapal induknya di wilayah yang sangat sensitif tersebut.
Setidaknya 13 kapal perang AS, termasuk kapal perusak kelas Arleigh Burke dan kapal tempur pesisir, kini tersebar di Teluk Persia, Laut Merah, hingga Mediterania timur. Kondisi ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi aksi militer Washington terhadap Teheran jika kesepakatan nuklir menemui jalan buntu.
Citra satelit terbaru menunjukkan pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania tengah menjadi pusat komando udara AS. Per 20 Februari 2026, terdapat lebih dari 60 pesawat tempur, termasuk jet tempur siluman F-35 yang paling modern, terparkir di pangkalan tersebut, tiga kali lipat dari jumlah biasanya.
Data pelacakan penerbangan mencatat setidaknya 68 pesawat angkut militer telah mendarat sejak 15 Februari 2026. Selain jet tempur, pangkalan ini juga dilengkapi dengan unit drone serbu, helikopter, serta sistem pertahanan udara baru guna mengantisipasi balasan rudal Iran.
Langkah militer besar-besaran ini terjadi saat pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington masih menghadapi hambatan besar. Washington mendesak pembatasan rudal balistik, sementara Iran hanya bersedia membatasi program nuklir sebagai imbalan atas pencabutan sanksi total.
Presiden Donald Trump pada 19 Februari memberikan sinyal kuat bahwa dalam 10 hari ke depan, dunia akan mengetahui apakah diplomasi berhasil atau AS akan mengambil tindakan militer. Wall Street Journal melaporkan Trump tengah mempertimbangkan "serangan militer terbatas" untuk memaksa Teheran memenuhi tuntutan AS.
Di sisi lain, Teheran merespons dengan latihan angkatan laut gabungan bersama Rusia di Teluk Oman dan latihan IRGC di Selat Hormuz. Meski ketegangan memuncak, negara-negara tetangga seperti Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab menyatakan tetap mendukung proses dialog dan menegaskan wilayah mereka tidak diizinkan menjadi basis serangan terhadap Iran.(*)