Sebanyak 7 Koper Turis Thailand Dicuri Saat Wisata ke Bromo, Rugi Ratusan Juta

Sebanyak 7 Koper Turis Thailand Dicuri Saat Wisata ke Bromo, Rugi Ratusan Juta
Tujuh koper berisi barang berharga milik wisatawan asal Thailand raib digasak pencuri saat berlibur di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ilustrasi. (iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz).

Surabaya,sorotkabar.com -- Tujuh koper berisi barang berharga milik wisatawan asal Thailand raib digasak pencuri saat berlibur di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Jhonni, agen travel yang mendampingi wisatawan asal Thailand tersebut mengatakan, pencurian itu terjadi kendaraan rombongan diparkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2).

Kejadian bermula ketika rombongan diantar menuju Bromo menggunakan minibus Toyota Hiace. Sesampainya di area pendopo pemberhentian bus, sopir dan wisatawan turun sejenak.

Seluruh koper dan barang-barang mereka disimpan di dalam kendaraan yang diparkir. Sementara mobil dalam kondisi terkunci. Namun saat mereka kembali, pintu mobil yang tadinya terkunci, terasa sulit dibuka.

"Saat dibuka, kondisi di dalam sudah berantakan. Koper yang semula tersusun rapi sudah acak-acakan. Setelah dicek, tujuh koper hilang," kata Jhonni, Senin (16/2).

Kepanikan pun terjadi. Para turis bahkan sempat menuding pihak travel sebagai pelaku pencurian, karena tidak ada tanda kerusakan mencolok di kendaraan.

Tapi situasi baru berubah setelah salah satu koper terlacak melalui GPS berada di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Probolinggo. Jhonni bersama rombongan wisatawan asal Thailand langsung menuju lokasi.

"Titik terakhir terdeteksi di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo," ujarnya.

Mereka juga melaporkan hal itu ke Polres Probolinggo. Polisi pun mengerahkan puluhan anggotanya ke lokasi dan melakukan penggeledahan di salah satu rumah warga yang dicurigai. Namun hingga kini, koper-koper tersebut belum ditemukan. Sinyal GPS pun disebut menghilang.

Dari data yang dihimpun, kerugian korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga dilaporkan raib, mulai dari paspor, uang tunai hingga perangkat elektronik.

Satu tas merah milik korban bernama Kanthuma Puk berisi make up, pakaian, serta dompet dengan uang tunai sebesar Rp3.251.046 ikut hilang. Backpack hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen juga digondol pelaku. Di dalamnya terdapat kamera Ricoh GR IV senilai Rp26.550.209, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, serta earphones.

Sementara itu, backpack hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, serta pakaian juga tak luput dari sasaran. Dua tas lainnya milik Naowarat dan Sawatphiphatphon yang berisi pakaian turut hilang. Selain itu, satu backpack hitam milik Chanidapa Pavichievac yang berisi pakaian juga dilaporkan raib.

Salah satu korban, Kathuma Puk, mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Ia menyebut kehilangan itu berdampak besar terhadap rencana kepulangannya. Pasalnya, paspornya juga ikut raib.

"Saya sangat kecewa dengan apa yang telah saya alami. Akibat kehilangan itu, saya menjadi kesulitan mengurus paspor untuk perjalanan kepulangan saya. Apakah pihak kepolisian bisa menemukan kembali barang-barang saya yang hilang itu," kata Kathuma.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, menegaskan laporan korban telah diterima secara resmi melalui SPKT dan kini dalam penanganan intensif.

"Laporan sudah kami terima. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani kasus ini," kata Made.

Ia memastikan jajarannya bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi.(*) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index