Rohul,sorotkabar.com — Konflik pengamanan di areal perkebunan kelapa sawit eks PT Berkat Satu kembali memakan korban jiwa. Bentrokan antar kelompok pengamanan swakarsa (PAM Swakarsa) pecah di Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (7/2/2026) sore. Satu orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Dari informasi yang dihimpun bentrokan melibatkan PAM Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma (NSM) selaku mitra kerja sama operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara dengan PAM Swakarsa KUD Telago Biru Desa Kasang Padang yang saat itu berjaga di barak Kantor PT Berkat Satu.
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB ketika sekitar 50 orang PAM Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma mendatangi barak PT Berkat Satu. Rombongan tersebut dilaporkan membawa senapan angin, parang, serta pisau. Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan tiba di lokasi dan langsung mendesak PAM Swakarsa KUD Telago Biru beserta pekerja PT Berkat Satu untuk mengosongkan barak. Ketegangan yang terjadi kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka.
Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, kelompok PAM Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma diduga memecahkan kaca jendela barak dan melepaskan tembakan senapan angin ke arah dalam bangunan. Akibatnya, anggota PAM Swakarsa KUD Telago Biru berhamburan menyelamatkan diri melalui bagian belakang barak.
Seorang anggota PAM Swakarsa KUD Telago Biru, Bernadus Betu alias Jon, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban tewas, dua orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan, sebagian akibat luka tembak dan senjata tajam. Dari pihak PAM Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma, satu orang dilaporkan mengalami luka sobek di bagian kepala.
Bentrokan tersebut juga mengakibatkan kerusakan sejumlah aset, antara lain dua unit mobil, satu unit sepeda motor, serta dua unit rumah yang mengalami pecah kaca. Selain itu, belasan telepon genggam milik anggota PAM Swakarsa KUD Telago Biru dilaporkan hilang.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi. Hingga Ahad (8/2/2026) siang, pihak Kepolisian Resor Rokan Hulu belum juga menyampaikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun langkah penegakan hukum pascabentrokan tersebut.
Bentrokan di areal perkebunan PT Berkat Satu ini menjadi insiden kekerasan kedua dalam waktu kurang dari satu bulan. Sebelumnya, pada Senin (12/1/2026), aksi penyerangan juga terjadi di lokasi yang sama saat tim melakukan pengecekan lahan.
Dalam peristiwa tersebut, tujuh orang dilaporkan menjadi korban tembakan. Rentetan kejadian ini semakin menegaskan masih tingginya potensi konflik dan lemahnya pengamanan di kawasan perkebunan yang telah dikuasai kembali oleh negara namun belum sepenuhnya terbebas dari gesekan di lapangan.(*)