Heboh SMPN di Depok Renovasi Rp 28 M tapi 17 Kelas Tak Ada Meja-Kursi

Heboh SMPN di Depok Renovasi Rp 28 M tapi 17 Kelas Tak Ada Meja-Kursi
Foto: Sejumlah siswa SMPN di Depok membawa meja dari rumah untuk belajar di sekolah. Hal itu semakin disoroti karena SMPN itu baru direnovasi dengan anggaran Rp 28 M. (Devi P/detikcom)

Jakarta, sorotkabar.com - SMPN 3 Depok bikin heboh karena renovasi sekolah dengan anggaran Rp 28 miliar, tapi belasan kelas tidak ada meja dan kursi untuk belajar. Para siswa pun harus membawa meja belajar masing-masing dari rumah.

Dirangkum Jumat (23/1/2026), momen sejumlah siswa-siswi SMPN 3 Depon membawa meja lipat dari rumah itu viral di media sosial.

Kemudian  mendatangi SMPN 3 Depok di Jalan Barito Raya Nomor 3, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Terlihat beberapa siswa menenteng meja lipat berukuran 50 cm yang dibawa dari rumah masing-masing.

Penjelasan Pihak Sekolah

Juru bicara SMPN 3
Depok, Nur, mengakui adanya kekurangan meja dan kursi di sekolah. Namun ia menjelaskan bangku tersebut dibagi dua dengan SMPN 33 yang semula tergabung.

"Nah, sekarang kan kita sudah misah, nah sebagian itu memang kursi dari SMP 33 jadi dibawa kembali, nah memang kondisinya kurang. Tapi memang itu atas kesepakatan kami dengan orang tua sih, kan mereka membuat pernyataan gitu," kata Nur.

Dia menjelaskan, dari 33 kelas, ada 17 kelas yang kekurangan meja dan kursi. Jika dijumlah, sebanyak 612 siswa masih membawa meja lipat.

"Kalau kita ada 33 kelas, kita kekurangan 17 ruangan berarti sekitar baru ada 16 kelas yang terisi. Untuk 16 kelas, kalaupun dibikin dua sesi, itu kan nggak cukup karena masih 33 kelas kan masih kurang," jelasnya.

Nur mengatakan siswa yang terkena dampak membawa meja lipat adalah kelas 7 dan 8. Sedangkan pengadaan meja dan kursi yang sudah ada difokuskan untuk kelas 9.

"Kalau yang sekarang tuh memang kan kalau kelas 9 tinggal sebentar lagi ya, jadi memang yang di-ini tuh (bawa meja lipat) kelas 7 sama sebagian kelas 8. Yang ada meja kursi difokuskan di kelas 9 dulu karena mereka sebentar lagi, ya berbagi, ada ujian, jadi lebih difokuskan di kelas 9," ucapnya.

Dia menyebut siswa yang membawa meja lipat belajar dalam kondisi duduk alias lesehan di lantai sejak peresmian sekolah pada 8 Januari 2026. Menurut Nur, saat ini Wali Kota Depok Supian Suri mengusahakan penanganan terkait pengadaan meja dan kursi di SMPN 3.

"Ini sedang diusahakan sama Bapak Wali Kota. Memang, apalagi ini viral ya, jadi memang kayaknya kemarin kepala sekolah juga sampai dengan sekarang lagi ngurusin, kayaknya akan segera gitu. Belum tahu kapan, tapi mudah-mudahan secepatnya," imbuhnya.

SMPN 3 Depok menyebut ada 17 ruang kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi hingga siswa membawa meja lipat masing-masing. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berjanji segera melengkapi kekurangan tersebut.

"Pertama, kalau komen, saya memang harus diakui bahwa ini ada ketidaksinkronanlah gitu ya, nggak pas 100 persen dalam perencanaan. Karena kan memang pembangunan ruang kelas baru (RKB) itu kan tahun lalu tuh ada di Disrumkim ya. Nah, sementara pembangunan ada di Disdik," ujar Kadisdik Depok Wahid Suryono kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).

Dia mengatakan pembangunan ruang kelas sudah tuntas dilakukan. Namun, katanya, ada persoalan karena pembangunan ruang kelas baru itu tak langsung dilengkapi dengan meja dan kursi.

"Nah, memang jadi ya ada kurang klop dikit-lah kalau saya lihat gitu ya sehingga, ketika pembangunan selesai, memang ada RKB-RKB yang belum atau tidak tersedia mebelnya. Nah, ini masalah yang terjadi. Nah, kalau saya kira, terkait dengan yang kemarin ramai, katanya siswa pada bawa bangku dari rumah ya," ujarnya.

Wahid mengatakan Wali Kota Depok Supian Suri telah menginstruksikan pihaknya segera membeli meja dan kursi untuk SMPN 3. Saat ini, pihaknya tengah membuat rencana pemenuhan meja dan kursi tersebut.

"Pak Wali juga memerintahkan kami untuk lakukan percepatan-percepatan untuk menghitung. Kemudian membuat rencana tindak lanjut dan secepat mungkin untuk pemenuhan mebel ini. Dan kami sudah melakukan langkah-langkah di internal untuk upaya pemenuhan itu secepat mungkin," pungkasnya.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index