Jakarta,sorotkabar.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan, murid yang memilih untuk tidak mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) tetap memiliki peluang luas untuk menjadi calon mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN).
Ia mengatakan, TKA berfungsi sebagai penguatan objektivitas dan standardisasi penilaian prestasi akademik dalam jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) tanpa menggantikan peran rapor dan prestasi lainnya.
“Dengan demikian, murid yang tidak mengikuti atau tidak memiliki nilai TKA tetap memiliki peluang yang luas untuk masuk PTN,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Rabu (22/1/2026).
Mu'ti menerangkan, jalur masuk PTN melalui SNBP memiliki kapasitas daya tampung terkecil jika dibandingkan dengan jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) dan jalur mandiri PTN, yakni hanya sebesar 26%.
“Data realisasi daya tampung menunjukkan SNBP justru memiliki porsi paling kecil dibandingkan SNBT dan jalur mandiri. Jadi murid tetap memiliki peluang yang luas untuk masuk PTN lewat jalur SNBT dan jalur mandiri yang daya tampungnya setara atau lebih besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan TKA bukan untuk membatasi akses murid memperoleh pendidikan tinggi di PTN. Nilai TKA telah terintegrasi secara host-to-host dengan sistem pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sejak 5 Januari 2026 untuk mendukung penyelenggaraan SNBP.
“Sejak tanggal 5 Januari 2026, nilai TKA telah terintegrasi secara host-to-host dengan sistem PDSS, sehingga dapat digunakan oleh satuan pendidikan sebagai bagian dari proses penetapan siswa yang memenuhi kriteria atau eligible SNBP 2026 secara akuntabel dan transparan,” pungkas Mu'ti. (*)