Bawaslu Gorontalo Utara Gandeng Mahasiswa Diskusi Cegah Politik Uang

Bawaslu Gorontalo Utara  Gandeng Mahasiswa Diskusi Cegah Politik Uang
Sumber Antara.com

Gorontalo,sorotkabar.com -
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menggandeng organisasi kemahasiswaan di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menggelar diskusi publik 'Ngobrol Demokrasi' yang membahas tentang cara mencegah politik uang.

Anggota Bawaslu Gorontalo Utara Fadli Bukoting di Kwandang, Kamis mengatakan diskusi publik tersebut menggagas tentang peran organisasi mahasiswa dalam mencegah politik uang pada pemilu dan pemilihan kepala daerah agar dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.

Dia berharap mahasiswa yang tergabung dalam PMII menjadi peserta utama dalam diskusi publik ini dapat menjadi corong demokrasi dalam mencegah politik uang ke depan.

Fadli sebagai narasumber utama mengatakan politik uang merupakan salah satu ancaman serius terhadap kualitas demokrasi, baik pada pemilu maupun pemilihan kepala daerah .

Menurut dia, praktik politik uang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai keadilan dan kedaulatan rakyat.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial," ujarnya.

Oleh karena itu, Fadli berharap organisasi mahasiswa seperti PMII dapat menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, menolak politik uang, serta melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitarnya..

Ia mengatakan Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, menjadi kunci penting dalam menciptakan pemilu dan pemilihan yang berintegritas.

Kegiatan diskusi Ngobrol Demokrasi ini berlangsung secara dialogis, dengan pertukaran gagasan dan pandangan antara Bawaslu dan peserta diskusi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap dapat menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap bahaya politik uang serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang bersih dan bermartabat.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index