Badan Geologi Ungkap Penyebab Sinkhole di Tengah Sawah di Sumbar

Badan Geologi Ungkap Penyebab Sinkhole di Tengah Sawah di Sumbar
Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari/detik)

Jakarta, sorotkabar.com - Fenomena amblesan tanah atau sinkhole secara misterius terjadi di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan sinkhole bukan disebabkan oleh runtuhan batu gamping.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria, seperti dilansir Antara, Jumat (9/1/2026), melaporkan warta yang mereka terima peristiwa tanah amblas terjadi pada 4 Januari 2026. Hal itu ditandai dengan terbentuknya lubang berdiameter sekitar 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter di lahan pertanian milik warga.

Berdasarkan kajian tim dari Badan Geologi, menurut dia, didapati amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang tidak secara tiba-tiba.

Dia menjabarkan tim mendapati lokasi kejadian berada pada endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung dan bukan pada batuan batu gamping sebagaimana umumnya sinkhole terbentuk.

Lapisan batuan tersebut, lanjutnya, memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung, dengan bagian bawah berupa batu gamping malihan yang bersifat kedap air sehingga memicu aliran air tertahan dan menggerus lapisan tanah di atasnya.

Selain faktor jenis batuan, kata dia, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut, yakni sekitar 2.000–2.500 milimeter per tahun, turut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan

Badan Geologi menyatakan secara teknis amblesan diawali oleh terbentuknya rekahan di permukaan tanah, yang kemudian menjadi jalur masuk air ke dalam tanah, membentuk rongga bawah permukaan hingga akhirnya tanah runtuh.

Ia menambahkan, fenomena yang sama berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik.

Kendati demikian, menurut dia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan apabila muncul retakan tanah yang membesar, serta segera melaporkan kepada aparat setempat agar dapat dikoordinasikan dengan instansi berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Badan Geologi merekomendasikan lubang yang terbentuk akibat sinkhole dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan air dengan membuat pagar pengaman di sekitar lubang.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index