Pasar Ekspor Tiongkok dan India Perkuat Surplus Perdagangan Riau

Pasar Ekspor Tiongkok dan India Perkuat Surplus Perdagangan Riau
Pasar Ekspor Tiongkok dan India Perkuat Surplus Perdagangan Riau(go riau)

Pekanbaru, sorotkabar.com – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Riau sepanjang Januari hingga November 2025 ditopang kuat oleh permintaan dari negara tujuan ekspor. 

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, nilai ekspor Riau mencapai US$19,21 miliar dan mampu menjaga surplus neraca perdagangan meski terjadi penurunan ekspor pada November 2025.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan penguatan ekspor Riau tidak lepas dari peran negara tujuan utama, khususnya Tiongkok, India, dan Malaysia, yang secara konsisten menyerap komoditas unggulan nonmigas dari daerah ini.

"Secara kumulatif Januari sampai November 2025, ekspor Riau meningkat signifikan dan tetap mampu menjaga surplus neraca perdagangan. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 21,18 persen," ujarnya, Senin (5/1/2026).

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tercatat sebagai mitra dagang terbesar ekspor nonmigas Riau dengan nilai mencapai US$3,06 miliar. India menyusul dengan nilai US$1,59 miliar, sementara Malaysia berada di posisi ketiga sebesar US$1,27 miliar. Ketiga negara tersebut berkontribusi 32,59 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau.

Selain itu, ekspor Riau ke kawasan ASEAN mencapai US$3,34 miliar dan ke Uni Eropa sebesar US$2,13 miliar. Capaian ini menunjukkan ketergantungan ekspor Riau tidak hanya pada satu kawasan, tetapi tersebar ke berbagai pasar internasional.

Asep menjelaskan, selama Januari–November 2025 nilai ekspor nonmigas Riau mencapai US$18,16 miliar, naik dari US$14,98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari permintaan negara tujuan terhadap komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati yang mencatat tambahan nilai ekspor US$2,52 miliar atau tumbuh 31,84 persen.

"Selain itu, permintaan juga meningkat untuk produk kimia, bahan kimia organik, makanan olahan, kertas dan karton, buah-buahan, serta bahan nabati," jelasnya. Namun, beberapa komoditas seperti ampas dan sisa industri makanan justru mengalami penurunan ekspor.

Berbeda dengan nonmigas, ekspor migas Riau selama Januari–November 2025 turun 29,85 persen menjadi US$1,05 miliar. Penurunan ini dipicu melemahnya ekspor industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah ke pasar luar negeri.

Meski secara kumulatif tumbuh, kinerja ekspor pada November 2025 mengalami kontraksi. Nilai ekspor tercatat US$1,63 miliar atau turun 4,55 persen dibandingkan November 2024. Ekspor nonmigas pada bulan yang sama juga turun 4,06 persen menjadi US$1,52 miliar.

Sementara itu, dari sisi impor, Riau mencatat nilai impor sebesar US$1,50 miliar selama Januari–November 2025, turun 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan impor terutama terjadi pada barang nonmigas yang turun 16,19 persen menjadi US$1,37 miliar.

"Dengan nilai ekspor yang mencapai US$19,21 miliar dan impor sebesar US$1,50 miliar, neraca perdagangan Riau masih mencatatkan surplus yang sangat besar sepanjang Januari hingga November 2025," katanya.

Impor Riau pada November 2025 juga turun tajam 38,76 persen dibandingkan November 2024 menjadi US$101,94 juta. Penurunan paling dalam terjadi pada impor barang modal yang menyusut 59,13 persen, mencerminkan melambatnya kebutuhan investasi impor.

Menurut Asep, kuatnya permintaan dari negara tujuan utama menjadi faktor penting dalam menjaga surplus perdagangan Riau di tengah dinamika global. "Daya saing ekspor nonmigas Riau masih cukup kuat di pasar internasional," ujarnya. (*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index