Jakarta,sorotkabar.com - Perum Bulog menyiapkan gudang tambahan berkapasitas hingga dua juta ton untuk menyerap hasil panen padi pada awal 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan ruang penyimpanan yang aman dan memadai saat panen raya Februari hingga April 2026 berlangsung.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyiapan gudang tambahan bersifat sementara sebagai solusi cepat menghadapi puncak panen, sembari menunggu pembangunan fasilitas gudang baru yang direncanakan pemerintah.
“Kami sudah menyiapkan gudang tambahan. Kapasitasnya direncanakan mencapai dua juta ton untuk menyambut panen raya Februari, Maret, dan April,” ujar Rizal di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Gudang tambahan tersebut difokuskan untuk menyerap gabah petani saat panen raya sehingga petani tidak khawatir terhadap penyerapan hasil panen. Selain itu, penyimpanan dilakukan dengan sistem logistik modern agar mutu gabah tetap terjaga.
Rizal menjelaskan, hingga saat ini Bulog telah mengecek dan memastikan kesiapan gudang dengan kapasitas sekitar 942.000 ton yang dinyatakan memenuhi standar keamanan penyimpanan. “Sampai hari ini, total gudang yang sudah dicek dan siap digunakan mencapai 942.000 ton,” katanya.
Selain itu, Bulog juga telah mengonfirmasi potensi tambahan kapasitas gudang sekitar 600.000 ton. Dengan demikian, total kesiapan gudang menjelang panen raya 2026 diperkirakan mencapai 1,5 juta ton, dan akan terus ditingkatkan hingga target dua juta ton tercapai.
Penyiapan gudang ini berjalan seiring dengan rencana pemerintah membangun 100 gudang baru di berbagai wilayah. Upaya tersebut bertujuan memperkuat kapasitas penyimpanan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Melalui langkah ini, Bulog menegaskan komitmennya untuk menyerap panen secara maksimal, menjaga kualitas gabah, serta memastikan seluruh hasil panen tersimpan aman guna memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
Rizal tidak memerinci jumlah maupun lokasi gudang tambahan yang disiapkan. Namun, ia memastikan total kapasitas yang disiapkan mencapai dua juta ton.
Saat ini, stok CBP pada awal 2026 tercatat mencapai lebih dari 3,2 juta ton, yang merupakan beras peralihan dari 2025 dan tersimpan aman di gudang Bulog. Pemerintah menargetkan serapan gabah setara beras oleh Bulog sepanjang 2026 mencapai 4 juta ton.(*)