Edukasi Pelajar SD di Bengkalis Tanamkan Literasi Digital dan Cegah Bullying

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:12:18 WIB
Edukasi Pelajar SD di Bengkalis Tanamkan Literasi Digital dan Cegah Bullying

Bengkalis,sorotkabar.com – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis terus memperkuat literasi digital bagi pelajar melalui Program Diskominfotik Sambangi Sekolah (DSS). Kali ini, edukasi menyasar siswa SD Negeri 5 Bengkalis dengan materi penggunaan gawai secara bijak, pencegahan perundungan (bullying), serta kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks di ruang digital.

Kepala SD Negeri 5 Bengkalis, Rahmad, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi literasi digital sangat dibutuhkan untuk membekali anak-anak menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

"Kami siap menerima dan mendukung seluruh program pemerintah yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pembentukan karakter, peningkatan literasi, dan perlindungan anak. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak manfaat yang dirasakan peserta didik," ujarnya belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Rahmad juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi salah seorang siswi SD Negeri 5 Bengkalis, Rindu, yang berhasil meraih Juara III cabang olahraga pencak silat pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Bengkalis.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik tidak hanya dituntut cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi, bakat, dan prestasi di berbagai bidang secara positif.

Koordinator Program DSS Diskominfotik Bengkalis, Muhammad Jazam, menjelaskan bahwa SD Negeri 5 merupakan sekolah ketiga yang dikunjungi dalam rangkaian program tersebut, setelah sebelumnya dilaksanakan di SD Negeri 46 dan SD Negeri 1 Bengkalis.

Ia mengatakan, Diskominfotik memiliki peran sebagai regulator sekaligus perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam bidang komunikasi, informasi, dan transformasi digital.

"Pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap perlindungan anak di ruang digital. Sejumlah negara juga telah menerapkan kebijakan serupa. Ini menunjukkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ada aspek penting yang harus dilindungi, terutama yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak," jelas Jazam.

Ia menambahkan, Program DSS merupakan bagian dari dukungan Diskominfotik terhadap terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA). Melalui program ini, anak-anak diberikan pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara aman, cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Selain Muhammad Jazam, materi edukasi juga disampaikan oleh Siti Rohani dan Nurfaiza. Keduanya mengajak para siswa memahami pentingnya penggunaan gawai yang sehat, mengenali dampak bullying terhadap korban maupun pelaku, membangun sikap saling menghormati di lingkungan sekolah, serta memahami cara mengenali dan menghindari hoaks yang beredar di media sosial maupun aplikasi perpesanan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi, aktif bertanya, serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Program DSS, Diskominfotik Bengkalis berharap literasi digital dapat tertanam sejak usia dini sehingga lahir generasi yang cerdas, berkarakter, beretika dalam bermedia digital, peduli terhadap sesama, serta mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.(*)

Halaman :

Terkini