Pencius menjelaskan, saat ini harga beras medium masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp14.000 per kilogram. Kondisi ini dapat terjaga berkat intervensi Bulog melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pada program SPHP Perum Bulog menghadirkan beras dengan HET Rp13.100 per kilogram. Tak hanya itu, program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga turut membantu menjaga stabilitas harga beras.
"Bantuan berupa 10 kilogram beras per bulan untuk setiap penerima manfaat kini sedang disalurkan di 77 titik, bersama dengan bantuan minyak goreng," katanya.
Ia menambahkan, saat ini stok beras nasional telah mencapai sekitar lima juta ton, dengan demikian, ketersediaan pangan dipastikan semakin terjaga.
Kondisi itu dinilai mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh wilayah.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi, karena menunjukkan kesiapan negara dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi.
Dengan cadangan yang memadai, kata dia, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan intervensi pasar jika diperlukan.
“Dengan stok nasional yang ada, kita tidak perlu khawatir. Ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.(*)