Washington,sorotkabar.com - Persediaan senjata nuklir global pada awal 2026 mencapai sekitar 12.187 hulu ledak yang dimiliki oleh sembilan negara. Rusia dan Amerika Serikat masih mendominasi dengan menguasai sekitar dua pertiga dari total tersebut.
Berdasarkan data Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia memiliki sekitar 4.400 hulu ledak, sementara Amerika Serikat sekitar 3.700 unit, tidak termasuk senjata yang telah dinonaktifkan.
Dari total tersebut, sekitar 9.745 hulu ledak merupakan bagian dari persediaan militer aktif yang siap digunakan pada sistem peluncur seperti rudal, kapal selam, dan pesawat pembom. Sisanya telah dinonaktifkan.
Lebih lanjut, sekitar 3.912 hulu ledak saat ini telah ditempatkan di berbagai platform militer. Dari jumlah itu, sekitar 2.100 hulu ledak milik AS, Rusia, Inggris, dan Prancis berada dalam status siaga tinggi dan dapat digunakan dalam waktu singkat.
Meski Rusia dan AS telah mengurangi sebagian persediaan mereka dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah negara lain justru meningkatkan kemampuan nuklirnya. China menjadi salah satu negara yang diperkirakan memperluas arsenalnya.
Di sisi lain, Afrika Selatan menjadi satu-satunya negara yang secara sukarela menghentikan program senjata nuklir. Pemerintah negara tersebut menutup programnya pada 1989 dan mulai membongkar enam hulu ledak pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Israel diyakini memiliki sedikitnya 90 hulu ledak nuklir. Namun, negara tersebut tetap mempertahankan kebijakan ambigu dengan tidak mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata tersebut.(*)