Kecelakaan di Kapal Tanker, Warga Rusia Dievakuasi ke Banda Aceh

Kamis, 29 Januari 2026 | 21:55:14 WIB
Tim Basarnas mengevaluasi warga negara Rusia ke Banda Aceh karena sakit di kapal tanker pengangkut minyak mentah, Kamis (29/1/2026). (Antara/Humas Basarnas Banda Aceh)

Banda Aceh,sorotkabar.com - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) mengevakuasi warga negara Rusia dari kapal tanker pengangkut minyak mentah karena sakit saat pelayaran di perairan Provinsi Aceh. Dia dibawa ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh untuk dirawat.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan warga Rusia tersebut bernama Siniatkin Viktor (32), anak buah kapal tanker MT Unity berbendera Gambia.

"Korban dievakuasi karena sakit dan membutuhkan penanganan medis lanjutan setelah jari tangannya terluka dan diamputasi. Korban dievakuasi dari kapal tempat bekerjanya," kata dia di Banda Aceh dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Ia mengatakan evakuasi berlangsung di perairan Samudera Hindia, Provinsi Aceh. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.

Sebelumnya, Basarnas Banda Aceh menerima informasi dari agen pelayaran pada Rabu (28/1/2026) pukul 21.10 WIB terkait dengan permintaan evakuasi medis seorang anak buah kapal MT Unity karena sakit.

Saat itu, katanya, kapal tanker minyak mentah tersebut berlayar dari pelabuhan di Rusia menuju Singapura. Namun, dalam pelayaran, korban mengalami kecelakaan sehingga jarinya diamputasi.

"Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan pihak MT Unity untuk menentukan titik koordinat evakuasi korban. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna 232," katanya.

Selanjutnya, KN Kresna bergerak dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, menuju lokasievakuasi di perairan Samudera Hindia. Lokasi evakuasi berjarak sekitar 7 nautikal mil atau mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue.

Setibanya di lokasi yang disepakati, kapal SAR KN Kresna 232 merapat ke MT Unity, kemudian tim evakuasi menaiki kapal tanker tersebut dan memeriksa kesehatan dan dokumen keimigrasian korban.

"Setelah dinyatakan tidak membawa penyakit menular, korban dipindahkan ke KN Kresna 232. Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh menggunakan ambulans," katanya.

Proses evakuasi melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, TNI AL, Syahbandar, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.

"Dengan selesainya evakuasi ABK warga negara Rusia tersebut, maka operasi SAR ditutup dan semua personel dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Ibnu Harris Al Hussain.(*) 
 

Terkini