DLHK Pekanbaru Dorong LPS Berinovasi Kelola Sampah Organik untuk Kurangi Beban TPA

DLHK Pekanbaru Dorong LPS Berinovasi Kelola Sampah Organik untuk Kurangi Beban TPA
DLHK Pekanbaru Dorong LPS Berinovasi Kelola Sampah Organik untuk Kurangi Beban TPA

Pekanbaru,sorotkabar.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mendorong setiap Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di tingkat kelurahan menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang diolah.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan pengelolaan sampah organik menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan oleh setiap LPS. Menurut dia, sampah yang telah dipilah dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"LPS bisa mulai fokus mengelola sampah organik. Sampah tersebut dapat ditampung dan diolah sehingga memiliki nilai jual. Inovasi seperti inilah yang kami harapkan dari masing-masing LPS," kata Reza, Kamis (25/6/2026).

Ia mengatakan LPS tidak hanya berfungsi mengangkut sampah dari permukiman, tetapi juga harus mampu membangun sistem pengelolaan yang produktif dan berkelanjutan. Karena itu, DLHK terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme lembaga tersebut.

Menurut Reza, pemerintah kota juga membuka peluang yang lebih besar bagi LPS yang memiliki kinerja baik. LPS yang dinilai mampu mengelola sampah secara efektif berpeluang diberi kewenangan menangani kebersihan di ruas jalan protokol yang berada di wilayah kelurahannya.

"Jika kinerja LPS sudah efektif, baik dari sisi pengangkutan maupun pengelolaannya, maka tidak menutup kemungkinan pengelolaan sampah di jalan protokol di wilayah mereka akan dipercayakan kepada LPS setempat," ujarnya.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Dengan berkurangnya kebutuhan penyewaan armada pengangkut sampah, dana yang sebelumnya digunakan untuk operasional dapat dialihkan ke sektor lain yang lebih prioritas.

"Pengelolaan sampah oleh LPS di jalan protokol nantinya dapat mengurangi beban APBD untuk penyewaan kendaraan angkut sampah. Anggaran yang dihemat itu bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, maupun program pembangunan lainnya," kata Reza.

DLHK berharap seluruh LPS di Kota Pekanbaru dapat menjadi ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, pengelolaan sampah diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi dan mendukung sistem persampahan yang berkelanjutan.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index