Sisi Lain "War" Talam Durian Gratis di CFD Pekanbaru, Banyak Warga Pulang dengan Tangan Kosong

Sisi Lain
Sisi Lain "War" Talam Durian Gratis di CFD Pekanbaru, Banyak Warga Pulang dengan Tangan Kosong

Pekanbaru,sorotkabar.com - Pembagian talam durian gratis di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Pekanbaru, Ahad (21/6/2026) pagi sepanjang 1 kilometer, disambut antusias ribuan warga. Namun tingginya animo masyarakat justru memunculkan berbagai keluhan, baik dari peserta yang tidak kebagian maupun netizen yang menyoroti pengelolaan acara.

Sajian kuliner khas Melayu yang membentang mulai dari depan Mal Pelayanan Publik (MPP) hingga kawasan RRI tersebut resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian ketan talam durian terpanjang di dunia.

Sejak pagi, kawasan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman dipadati ribuan warga yang datang untuk menyaksikan sekaligus menikmati sajian ketan talam durian yang dibagikan secara gratis.

Hidangan yang disiapkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pekanbaru bersama para pelaku UMKM itu menjadi magnet utama perayaan. Masyarakat dari berbagai kalangan berbondong-bondong memadati lokasi untuk menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Pekanbaru memadati lokasi kegiatan. Tidak sedikit yang datang dari Panam, Tenayan Raya, Palas, bahkan dari luar kota dengan harapan bisa mencicipi talam durian yang dibagikan secara cuma-cuma.

Namun, banyak warga harus pulang dengan tangan kosong. Sebagian memilih meninggalkan lokasi lebih awal karena melihat antrean yang sangat panjang dan kondisi kerumunan yang sulit dikendalikan.

"Sejak pukul 6.30 sudah di lokasi. Ternyata seramai ini yang datang. Kami tak sanggup rebutan dengan yang lain, apalagi bawa anak-anak yang masih kecil," ujar Riya, warga Panam yang mengaku pulang lebih awal tanpa menyicip kue talam.

Sejak awal Ia berharap acara hidangan kue ketan talam durian berlangsung santai, bisa menyicip kue yang disediakan panitia. "Kami kira bisa menyicip berbagai jenis kue talam, rupanya war talam durian," katanya lagi.

Di media sosial, sejumlah netizen mengaku menyerah untuk mendapatkan kue gratis tersebut. Mereka menilai jumlah talam durian yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang hadir.

"Ramai sekali. Semua warga Pekanbaru kayaknya turun ke CFD. Jalanan padat, bahkan untuk berjalan saja berdesakan. Magnetnya karena ada pembagian talam durian gratis. Nggak memadai dengan jumlah seramai ini. Banyak yang putar balik. Nyerah lihat keadaannya," tulis salah seorang netizen.

Selain persoalan distribusi, beberapa warga juga mengeluhkan kondisi kerumunan yang dinilai sempat tidak terkendali. Mereka kecewa melihat banyaknya pengunjung yang datang berebutan kue tanpa peduli dengan warga lainnya. "Mental gratisan masyarakat kita ternyata masih tinggi," kata yang lain.

"Mau pulang pun sampai berdesak-desakan. Nggak ada yang ngatur dan kondusifkan kerumunan itu. Alhamdulillah masih bisa lewat meski tadi sempat terpisah sama keluarga. Jujur seram," tulisnya.

Di lapangan, sejumlah warga juga menyebut ada pengunjung yang berhasil memperoleh lebih dari satu kotak talam durian, sementara banyak lainnya tidak mendapatkan sama sekali. Kondisi itu memicu kekecewaan karena dinilai kurang tertib dalam proses pembagian.

Meski demikian, mayoritas netizen tetap mengapresiasi niat penyelenggara yang ingin berbagi kepada masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada masa mendatang dengan persiapan yang lebih matang.

Menurut mereka, sistem antrean, pengamanan, hingga mekanisme distribusi perlu diperbaiki agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan tidak terjadi rebutan di lokasi acara.

"Acara seperti ini bagus dan menarik masyarakat. Tapi ke depan harus dimanajemen lebih baik supaya yang datang nyaman, aman, dan tidak pulang dengan rasa kecewa," tulis seorang netizen.

Diberitakan sebelumnya, Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 242 Kota Pekanbaru berlangsung semarak dengan digelarnya Festival Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer di Jalan Jenderal Sudirman, Ahad (21/6/2026).

Sajian kuliner khas Melayu yang membentang mulai dari depan Mal Pelayanan Publik (MPP) hingga kawasan RRI tersebut resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian ketan talam durian terpanjang di dunia.

Sejak pagi, kawasan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman dipadati ribuan warga yang datang untuk menyaksikan sekaligus menikmati sajian ketan talam durian yang dibagikan secara gratis. Hidangan yang disiapkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pekanbaru bersama para pelaku UMKM itu menjadi magnet utama perayaan. Masyarakat dari berbagai kalangan berbondong-bondong memadati lokasi untuk menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.

Festival ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan HUT ke 242 Kota Pekanbaru. Selain berhasil mencatatkan rekor MURI, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Melayu Riau kepada masyarakat luas sekaligus mengangkat potensi budaya lokal.

Lebih dari sekadar menyajikan hidangan khas daerah, Festival Talam Durian menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan kuliner Melayu yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Riau. Melalui penyajian dalam skala besar, kuliner tradisional tampil sebagai daya tarik yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Pekanbaru.

Penyelenggaraan festival ini juga menjadi upaya Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendorong promosi sektor pariwisata, memperkuat eksistensi UMKM lokal, serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Keberhasilan memecahkan rekor MURI tidak hanya menjadi kado istimewa bagi Kota Pekanbaru yang genap berusia 242 tahun, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan komitmen dalam melestarikan warisan budaya Melayu agar terus dikenal oleh generasi mendatang.

Warga Antusias

Antusiasme masyarakat yang tinggi mengantarkan sajian Ketan Talam Durian tersebut meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai sajian terpanjang di dunia. Sertifikat rekor diserahkan langsung oleh Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

“??Sajian Kue Ketan Talam Durian ini tidak hanya menjadi terpanjang di Indonesia, tapi juga terpanjang di dunia,” kata Lutfi.

Walikota Agung Nugroho mengaku terkejut dengan membludaknya jumlah warga yang hadir dalam festival tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan panitia.

“Jujur di luar ekspektasi. Saya pikir masyarakat tidak hadir sebanyak ini, tetapi ternyata luar biasa antusiasme warga Pekanbaru dan daerah lainnya,” ujar Agung.

Ia menyebut pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Riau, tetapi juga dari Sumatera Barat hingga Pulau Jawa.

Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer itu dibuat melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Selain menikmati kue khas Pekanbaru tersebut, warga juga disuguhkan 3.000 buah durian yang disediakan Pemko Pekanbaru. Di lokasi yang sama, masyarakat turut memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Festival Ketan Talam Durian menjadi salah satu agenda puncak perayaan HUT ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus upaya memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas.

Dengan pencapaian tersebut, Pekanbaru resmi mencatatkan namanya dalam rekor MURI melalui sajian Ketan Talam Durian terpanjang di dunia.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index