BI Masih Berpeluang Naikkan Suku Bunga jika Tekanan Rupiah Berlanjut

BI Masih Berpeluang Naikkan Suku Bunga jika Tekanan Rupiah Berlanjut
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers KSSK kuartal II 2025, Senin (28/7/2025).

Jakarta,sorotkabar.com — Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa memandang masih ada ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate apabila rupiah masih tertekan. Meski demikian, sejauh ini pihaknya menilai keputusan BI untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen mencerminkan komitmen kuat bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Kenaikan tersebut merupakan yang ketiga secara bertutur-turut dalam dua bulan terakhir, sehingga total pengetatan moneter telah mencapai 100 bps sejak April 2026.

"Kenaikan suku bunga ini terutama bertujuan mendukung apresiasi rupiah dan menjaga stabilitas eksternal. Setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, rupiah mulai menunjukkan pemulihan dan menguat ke sekitar Rp17.730 per dolar AS secara month to date," ujar Jessica di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga mulai mencermati potensi tekanan inflasi. Hal ini terlihat dari kenaikan Wholesale Price Index (WPI) menjadi 5,76 persen secara tahunan pada Mei 2026 serta meningkatnya inflasi inti di luar komponen emas menjadi 1,63 persen dari 1,36 persen pada April 2026.

Menurut Mirae Asset, daya tarik aset keuangan Indonesia turut didukung oleh kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index