Cianjur Maksimalkan Pengangkutan Sampah Andalkan 300 Petugas dan 41 Armada Truk

Cianjur Maksimalkan Pengangkutan Sampah Andalkan 300 Petugas dan 41 Armada Truk
Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memaksimalkan pengangkutan sampah dengan truk setiap harinya tetap berjalan meski BBM non subsidi naik.ANTARA/Ahmad Fikri.

Cianjur,sorotkabar.com - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memaksimalkan pengangkutan sampah dari berbagai wilayah termasuk di perkotaan yang sempat terjadi penumpukan mengandalkan 300 petugas kebersihan ditunjang 41 armada truk sampah.

Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Rabu, mengatakan penumpukan sampah yang sempat terjadi akibat masyarakat mengabaikan jadwal pembuangan sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) harus tepat waktu pukul 20:00 sampai 00:00 WIB.

Sehingga sampah yang dibuang lewat dari jam tersebut, tidak terangkut oleh petugas, sehingga terjadi penumpukan yang merusak keindahan terutama di wilayah perkotaan, sehingga berbagai cara tetap dilakukan guna memastikan tidak ada penumpukan pada pagi hari.

"Kami maksimalkan pembersihan dan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Mekarsari di kecamatan Cikalongkulon, setiap hari mengandalkan puluhan armada truk yang sebagian besar sudah tua," katanya.

Masih minim-nya kepedulian masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah membuat volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari mengalami peningkatan, sehingga sosialisasi memilah sampah dari rumah terus digencarkan melibatkan apar desa dan RT setempat.

Hal tersebut dilakukan agar volume sampah yang masuk ke TPAS berkurang, sedangkan sampah yang sudah dipilah dapat menghasilkan uang termasuk sampah yang dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik yang dapat digunakan di lingkungan sekitar.

Selama ini, untuk mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat, pihaknya masih mengandalkan puluhan armada truk sampah yang sebagian besar sudah berumur tua, sehingga hanya dapat melakukan satu kali perjalanan dari TPS ke TPAS yang berjarak puluhan kilometer.

"Hanya delapan armada truk yang baru yang dapat melakukan dua sampai tiga kali perjalanan mengangkut sampah ke TPAS setiap harinya, sedangkan sisanya sudah tua namun masih dimaksimalkan beroperasi," katanya.

Terkait biaya operasional pengangkutan sampah yang mengalami kenaikan karena harga BBM non subsidi jenis solar naik, pihaknya memastikan tidak membuat pelayanan terganggu karena sejak jauh hari pihaknya sudah mengajukan kenaikan anggaran termasuk pemeliharaan kendaraan.

"Kami sudah mengajukan perubahan anggaran ke Pemkab Cianjur seiring kenaikan harga BBM non subsidi guna memastikan operasional tetap berjalan terutama untuk BBM truk dan alat berat," katanya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index