Jakarta,sorotkabar.com - Petarung Justin Gaethje mencetak technical knockout (TKO) atas juara kelas ringan (70,3kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Ilia Topuria dalam ajang UFC Freedom 2025 di halaman Gedung Putih, Amerika Serikat, Senin WIB.
Gaethje tampil kuat di ronde pertama, melancarkan pukulan-pukulan yang lebih keras sebelum Topuria bangkit dan hampir mengalahkan juara interim tersebut di ronde kedua, melukai tubuhnya beberapa kali sebelum mencoba serangkaian kuncian di atas kanvas.
Namun, setelah itu, Gaethje mengambil alih kendali pertarungan. Petarung berjuluk "The Highlight" tersebut mulai menemukan ritme terbaiknya dengan memanfaatkan kombinasi pukulan tangan dan tendangan kaki yang menjadi ciri khasnya.
Memasuki ronde ketiga, Gaethje semakin dominan. Sejumlah pukulan keras mendarat tepat ke wajah Topuria dan menyebabkan luka serius di sekitar mata serta hidung sang juara bertahan. Darah mulai mengucur deras dari wajah Topuria, sementara pembengkakan yang terus membesar membuat penglihatannya diduga mulai terganggu.
Dokter memeriksa kondisi Topuria sebelum ronde keempat dan memutuskan bahwa ia masih layak melanjutkan pertandingan. Keputusan tersebut memberi kesempatan kepada sang juara bertahan untuk mencoba membalikkan keadaan pada ronde berikutnya.
Akan tetapi, Gaethje kembali tampil agresif sepanjang ronde keempat. Ia terus melancarkan pukulan-pukulan keras yang memperparah luka di wajah Topuria. Setiap kali Topuria berusaha maju, Gaethje mampu menyambutnya dengan serangan balasan yang efektif dan akurat.
Ketika ronde keempat berakhir, kondisi wajah Topuria terlihat semakin parah. Tim medis kembali melakukan pemeriksaan, sementara sudut ring Topuria berdiskusi dengan wasit dan dokter pertandingan mengenai kelanjutan duel tersebut.
Pertarungan akhirnya dihentikan setelah tim medis menilai luka yang dialami Topuria terlalu berbahaya untuk melanjutkan pertandingan. Wasit kemudian menyatakan laga berakhir melalui kemenangan TKO untuk Gaethje.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen terbesar dalam karier Gaethje. Setelah bertahun-tahun berada di jajaran elite kelas ringan UFC, petarung asal Amerika Serikat itu akhirnya berhasil merebut gelar juara dunia penuh yang selama ini menjadi target utamanya.
Kemenangan itu juga memperbaiki catatan karier profesionalnya menjadi 28 kemenangan dan lima kekalahan.
Gelar juara dunia tersebut terasa sangat spesial bagi Gaethje karena diraih setelah dua kegagalan dalam perebutan sabuk kelas ringan. Sebelumnya, ia harus mengakui keunggulan Khabib Nurmagomedov pada 2020 dan Charles Oliveira pada 2022 dalam pertarungan perebutan gelar.
Di sisi lain, kekalahan tersebut menjadi pukulan besar bagi Topuria. Petarung asal Spanyol yang dikenal dengan kemampuan menyerang yang sangat berbahaya itu harus kehilangan sabuk juara kelas ringan yang baru diraihnya sekaligus melihat rekor tak terkalahkannya berakhir.(*)