Turnamen Ganda Usia Dini Dinilai Penting untuk Regenerasi Bulu Tangkis

Turnamen Ganda Usia Dini Dinilai Penting untuk Regenerasi Bulu Tangkis
Didin Khoerul Ma'Mur&Ni Kadek Marcia Putri Arisanthi pada Yonex-Sunrise Doubles Special Championships presented by Candra Wijaya. (Beritasatu.com/Istimewa)

Serpong,sorotkabar.com — Keberadaan turnamen khusus nomor ganda bagi pemain usia muda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga regenerasi bulu tangkis Indonesia. Kompetisi yang digelar secara rutin diyakini dapat membantu proses pembinaan atlet sekaligus melahirkan spesialis ganda yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Pandangan tersebut disampaikan legenda ganda putra Indonesia, Sigit Budiarto, saat menghadiri penyelenggaraan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (12/6/2026).

Menurut Sigit, turnamen yang telah memasuki penyelenggaraan ke-14 itu menjadi wadah yang efektif untuk membina pemain muda sejak dini, khususnya di sektor ganda yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.

“Turnamen yang digagas Candra ini sangat tepat menjadi wadah pembinaan, khususnya untuk nomor ganda sejak usia dini. Komitmen dan konsistensi penyelenggara Candra patut didukung,” ujar Sigit.

Peraih gelar juara dunia 1997 bersama Candra Wijaya itu menegaskan, proses mencetak atlet berprestasi membutuhkan waktu panjang. Karena itu, kehadiran kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan sangat dibutuhkan agar para pemain muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.

“Semoga ke depannya semakin banyak turnamen seperti ini di mana pun, yang penting untuk kemajuan bulu tangkis Indonesia,” katanya.

Sementara itu, legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya, menilai pembinaan sektor ganda harus terus menjadi perhatian di tengah makin ketatnya persaingan bulu tangkis dunia. Ia menegaskan nomor ganda masih menjadi penyumbang prestasi terbesar Indonesia dalam berbagai turnamen internasional.

“Turnamen Yonex-Sunrise Doubles Special Championships tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaring dan membina talenta-talenta muda yang diharapkan mampu mengembalikan dominasi Indonesia di panggung dunia,” ujar Candra.

Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu mengingatkan, dari delapan medali emas Olimpiade yang pernah diraih Indonesia, lima di antaranya berasal dari sektor ganda. Fakta tersebut menunjukkan pentingnya menjaga proses regenerasi melalui pembinaan yang terstruktur dan kompetisi yang berkesinambungan.

Baik Candra maupun Sigit sepakat, makin banyak turnamen usia dini yang digelar, makin besar pula peluang Indonesia menemukan pemain-pemain baru yang mampu melanjutkan tradisi prestasi di sektor ganda.

Kejuaraan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships pertama kali digelar pada 2009. Turnamen tersebut rutin berlangsung hingga 2019, meski sempat tidak diselenggarakan pada 2016 karena keterbatasan arena pertandingan setelah GOR Asia-Afrika Senayan direnovasi untuk persiapan Asian Games 2018.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index