Balaijaya,sorotkabar.com -Terkait dengan video yang beredar luas di masyarakat mengenai kasus bullying yang menimpa Rahma Ni Rohmani, bocah berusia 11 tahun, anak dari pasangan Azahari dan Siti Hajar, warga Dusun Balam, Kepenghuluan Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, yang mengalami kedua kaki menghitam akibat diinjak oleh teman sekolah hingga tidak bisa beraktivitas seperti biasa, Koordinator Tim Sumber Rohil, Suherman, M.Ks, angkat bicara.
Herman menegaskan bahwa video yang beredar luas dan dibagikan masyarakat serta netizen Indonesia tersebut benar merupakan video Rahma Ni Rohmani, korban kekerasan di sekolah akibat diinjak kaki sebelah kiri oleh teman sekolahnya.
Namun, kejadian bullying atau perundungan tersebut tidak terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, melainkan di SD Negeri 003 Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Peristiwa itu bermula saat Rahma membersihkan ruang kelas dan melarang salah satu temannya berinisial “F” yang sedang bermain bola di dalam kelas. Saat itulah Rahma dipijak pada bagian kaki kiri menggunakan tumit oleh siswa tersebut. Rahma juga mengaku telah beberapa kali mengalami perundungan dari teman sekelasnya.
Herman juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menjelaskan hal ini kepada Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhoni Charles, serta Kapolres Rokan Hilir melalui Kasat Intel Polres Rohil. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan informasi yang diterima akurat dan tidak terpengaruh oleh berita hoaks.
Lebih lanjut, Herman menambahkan bahwa kasus yang dialami Rahma menjadi pelajaran bagi semua pihak, mengingat luka yang dialami korban cukup serius. Tim Sumber Rohil, kata dia, akan terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak Rahma agar mendapatkan keadilan.
Ia juga berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama, baik bagi pihak sekolah maupun orang tua, agar lebih peduli terhadap kondisi anak-anak saat berada di lingkungan pendidikan. Orang tua juga diharapkan memiliki peran aktif dalam mengawasi perkembangan anak.
“Kita tidak ingin ada lagi Rahma-Rahma lain yang mengalami hal serupa yang dapat merenggut masa depan anak,” tutup Herman.(*)