Surabaya,sorotkabar.com - Sebanyak 24 tokoh nasional dan daerah menerima penghargaan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meraih penghargaan tokoh nasional inspiratif bidang politik.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian atas kontribusi nyata dan dampak yang dihasilkan para tokoh di bidangnya masing-masing.
“Penghargaan ini diberikan kepada figur yang tidak hanya memiliki kapasitas, tetapi juga mampu memberi pengaruh positif dan inspirasi luas bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026) malam.
Secara khusus, AHY dinilai mampu menghadirkan kepemimpinan politik yang adaptif dan komunikatif. Ia juga dinilai berhasil menjembatani kepentingan publik dengan kebijakan strategis di tingkat nasional.
“Ia menunjukkan model kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif, serta mampu merespons dinamika politik dengan pendekatan yang konstruktif,” kata Lutfil.
Selain itu, kontribusi AHY dalam mendorong pembangunan berbasis kolaborasi lintas sektor menjadi nilai tambah. Kiprahnya dinilai memberi inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik secara lebih solutif dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Kiprahnya memberi inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik dengan cara yang lebih solutif dan berorientasi pada kepentingan publik,” tambahnya.
Selain AHY, sejumlah tokoh lain juga menerima penghargaan sesuai bidang kontribusinya. Di antaranya Dandhy Dwi Laksono sebagai Tokoh Inspiratif Pro Demokrasi, Atmaji Sapto Anggoro sebagai Tokoh Pers Nasional, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk kategori Kepemimpinan Inovatif Daerah.
PWI Jawa Timur menilai beragam kontribusi lintas sektor tersebut mencerminkan pentingnya peran kolaboratif dalam mendorong kemajuan daerah dan nasional.
“Ini mencerminkan kontribusi nyata dari berbagai sektor sangat dibutuhkan dalam mendorong kemajuan daerah maupun nasional,” pungkas Lutfil.(*)