Jonatan Christie "penasaran" menaklukkan Indonesia Open 2026

Jonatan Christie
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengakui kegagalannya mengunci gim pertama menjadi titik krusial yang berujung pada kekalahan dari wakil India Ayush Shetty pada perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center

Jakarta, sorotkabar.com - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku “penasaran” untuk bisa menaklukkan Polytron Indonesia Open 2026 yang menjadi salah satu target utamanya musim ini.

“Indonesia Open ini salah satu wishlist saya, untuk bisa menjuarai kejuaraan ini. Jadi memang ini salah satu target utama di tahun ini,” kata Jonatan kepada pewarta di Jakarta, Selasa.

Pemain yang akrab disapa Jojo itu menegaskan telah berdiskusi dengan tim pelatih untuk menjadikan turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut sebagai fokus utama, mengingat prestasinya dalam beberapa edisi terakhir belum maksimal.

Ia bertekad melakukan persiapan secara menyeluruh demi meraih hasil terbaik saat tampil di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 2-7 Juni mendatang.

“Pasti akan dipersiapkan 100 persen dari segala sisi, karena memang ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Tahun lalu mungkin terhenti di babak awal, tapi itu jadi pelajaran,” ujarnya.

Rasa penasaran Jojo terbilang wajar. Sejak debut pada 2015, ia belum pernah meraih gelar juara Indonesia Open. Prestasi terbaiknya adalah mencapai semifinal pada edisi 2021, sebelum dihentikan wakil Denmark Viktor Axelsen dengan skor 19-21, 15-21.

Setelah itu, performanya di turnamen ini belum konsisten. Ia sempat mencapai perempat final pada 2023, namun tersingkir lebih awal dalam dua edisi terakhir, yakni di babak pertama pada 2024 dan babak kedua pada 2025.

Selain faktor teknis, Jonatan juga menaruh harapan besar pada kembalinya atmosfer khas Istora yang menurutnya memiliki “magis” tersendiri bagi para pemain.

“Istora dari dulu tidak pernah berubah, punya magisnya sendiri. Dengan penonton yang luar biasa, saya rasa tidak bisa digantikan dengan stadion lain,” katanya.

Ia berharap dukungan penonton dapat kembali memadati arena, apalagi dengan harga tiket yang lebih terjangkau sehingga mampu menarik lebih banyak penggemar bulu tangkis.

“Semoga para badminton lovers mau hadir, datang, memeriahkan, dan sekaligus mendukung kami atlet Indonesia,” ujar peraih emas Asian Games 2018 itu.

Jonatan juga mengungkapkan ketatnya persaingan bulu tangkis dunia yang makin merata, terutama dengan perkembangan pesat negara-negara Eropa.

Menurut dia, kemajuan tersebut tidak lepas dari penerapan sport science yang makin modern, baik dalam aspek latihan maupun pengembangan atlet di luar lapangan.

“Sekarang negara-negara yang dulu mungkin belum bisa menempatkan pemain di top level, sudah punya beberapa pemain kuat. Itu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat,” katanya.

Meski demikian, Jonatan menegaskan akan tetap fokus pada persiapan diri sendiri dan memanfaatkan momentum tampil di kandang untuk menjawab rasa penasarannya di Indonesia Open tahun ini.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index