Unik! Malta Beri Anak Muda Rp 400 Juta untuk Stop Nyetir

Unik! Malta Beri Anak Muda Rp 400 Juta untuk Stop Nyetir
Tanda larangan mobil. (Freepik/freepik.com)

Valletta,sorotkabar.com – Pemerintah Malta menawarkan insentif besar bagi kaum muda yang bersedia tidak mengemudi selama lima tahun. Melalui program baru ini, peserta bisa menerima hingga 25.000 euro atau sekitar Rp 400 juta.

Kebijakan yang diinisiasi Otoritas Transportasi Malta itu akan mulai berlaku pada awal 2026. Tujuannya adalah mengurangi kemacetan lalu lintas di negara kepulauan tersebut yang memiliki tingkat kepemilikan mobil sangat tinggi di Eropa.

Dalam skema tersebut, peserta akan menerima 5.000 euro per tahun selama lima tahun. Sebagai syarat, mereka harus menyerahkan SIM dan berkomitmen tidak mengemudikan kendaraan bermotor, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Menteri Transportasi Malta, Chris Bonett, mengatakan program ini dirancang untuk mengubah pola pikir generasi muda terkait mobilitas.

“Kami menawarkan insentif untuk menjadikan anak muda sebagai katalis perubahan. Mobil bukan lagi satu-satunya alat transportasi,” ujar Bonett.

Untuk mengikuti program ini, pelamar harus telah tinggal di Malta minimal tujuh tahun, memiliki SIM Kelas B setidaknya selama 12 bulan, serta tidak memiliki catatan pelanggaran lalu lintas.

Pembayaran insentif dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan pengawasan ketat. Jika peserta melanggar aturan dengan tetap mengemudi, mereka akan dikenai sanksi dan wajib mengembalikan dana yang telah diterima.

Setelah masa lima tahun berakhir, peserta yang ingin kembali mengemudi diwajibkan mengikuti pelatihan praktik tambahan selama 15 jam.

Program ini memiliki kuota terbatas sesuai anggaran sebesar 5 juta euro. Hingga akhir Maret, sekitar 100 anak muda dilaporkan telah mendaftar.

Kebijakan ini didukung oleh infrastruktur transportasi umum yang relatif memadai. Sejak Oktober 2022, Malta telah menggratiskan layanan bus bagi seluruh warga sebagai alternatif mobilitas.

Meski demikian, sejumlah pakar transportasi meragukan efektivitas program tersebut. Mereka menilai peningkatan jumlah kendaraan baru di Malta belum menunjukkan tanda penurunan.

Sebagian pihak menyarankan pemerintah untuk lebih fokus meningkatkan kualitas transportasi umum, terutama layanan bus di wilayah pinggiran.

Sebagai negara dengan luas hanya sekitar 316 kilometer persegi dan populasi sekitar 574.000 jiwa, Malta saat ini menanggung lebih dari 445.000 kendaraan terdaftar. Kondisi ini menjadikan kemacetan lalu lintas sebagai salah satu masalah utama di negara tersebut.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index