Jakarta,sorotkabar.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara memiliki potensi tinggi mengalami gempa bumi berdasarkan catatan sejarah.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers terkait gempa bumi tektonik magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), Kamis (2/4/2026).
"Ini kami punya data sampai tahun 1600-an yang lalu gitu ya. Jadi memang periodenya banyak sekali terjadi bencana, bahkan di periode 2019 sampai 2025 itu terjadi puluhan gempa bumi di atas skala 6," kata Suharyanto saat menemui wartawan.
Menurut Suharyanto, tingginya aktivitas gempa tersebut menjadi dasar bagi BNPB dan BMKG untuk memperkuat sistem mitigasi, khususnya peningkatan kemampuan peringatan dini sejak 2021 hingga 2025.
“Alhamdulillah tadi sebagian ya ini sebagian ini bisa berfungsi dengan baik. Indikasinya adalah sirene yang dipasang oleh BMKG dan BNPB ini ketika tadi terjadi gempa, ini berfungsi sehingga masyarakat bisa mendengar peringatan dini melalui suara sirene ini dan bisa segera menyelamatkan diri," ucapnya.
Ia juga berharap dampak gempa kali ini tidak sebesar peristiwa gempa tahun 1998 yang berkekuatan hingga magnnitudo 7,7 dan menyebabkan 41 orang meninggal dunia.
"Artinya kalau nanti dampak yang sekarang ini tidak sebesar itu, paling tidak upaya meningkatkan kesiapan dan mitigasi masyarakat oleh BNPB dan BMKG ini ada hasilnya," ujar Suharyanto.(*)