Besok Penutupan, Panitia Olimpiade Dikejar Waktu Penuhi Stok Kondom

Besok Penutupan, Panitia Olimpiade Dikejar Waktu Penuhi Stok Kondom
Olimpiade Musim Dingin 2026. (AP Photo/Jennifer McDermott)

Milan,sorotkabar.com –  Para atlet yang berkompetisi di Olimpiade Musim Dingin ke-25 di Italia tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi di arena salju, melainkan munculnya laporan mengejutkan bahwa 10.000 kondom yang disuplai ke perkampungan atlet ludes hanya dalam waktu tiga hari.

Melansir surat kabar Italia La Stampa, pihak penyelenggara awalnya membagikan sekitar 10.000 kondom gratis kepada para peserta di Milan dan Cortina d'Ampezzo. Namun, pasokan tersebut terbukti tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan yang melonjak, sehingga memicu keluhan dari beberapa atlet setelah persediaan habis dengan sangat cepat.

Menanggapi situasi ini, pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa pasokan tambahan akan segera dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan hingga penutupan ajang tersebut pada Minggu (22/2/ 2026) besok.

Tahun ini, sekitar 2.900 atlet dari 92 negara berkompetisi dalam 116 nomor pertandingan di 16 cabang olahraga. Salah satu faktor menarik yang disoroti para pengamat adalah komposisi peserta.

Olimpiade Musim Dingin 2026 mencatatkan proporsi atlet wanita tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 47%. Faktor inklusivitas dan dinamika sosial di perkampungan atlet diduga menjadi salah satu pendorong meningkatnya permintaan terhadap produk pelindung kesehatan tersebut.

Berdasarkan data yang dilaporkan, stok awal 10.000 unit sebenarnya setara dengan penggunaan beberapa kondom per atlet per hari selama tiga hari pertama. Namun, kecepatan penipisan stok ini tetap di luar prediksi logistik panitia.

Perbandingan dengan Olimpiade Paris 2024

Situasi di Milan dan Cortina sangat kontras jika dibandingkan dengan Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris. Saat itu, penyelenggara menyediakan lebih dari 300.000 kondom dengan rata-rata dua unit per peserta per hari.

Meskipun Olimpiade Musim Dingin memiliki skala peserta yang jauh lebih kecil, kurang dari 3.000 atlet dibandingkan dengan 14.000 atlet dan ofisial di Paris, tekanan pasokan tetap terjadi secara tak terduga. Masalah logistik ini kini menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di luar kompetisi olahraga pada gelaran tahun ini.

Panitia kini berpacu dengan waktu untuk memastikan ketersediaan pasokan selama sisa pekan pertandingan guna menjaga kesehatan dan kenyamanan para atlet di perkampungan Olimpiade.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index