Bantul, sorotkabar.com - Tim SAR Parangtritis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta telah melakukan pemetaan dan mendeteksi setidaknya ada 15 titik rip current di kawasan Pantai Parangtritis ke barat hingga wilayah Pantai Depok.
Sekretaris SAR Parangtritis Rodhiva Wahyu Widho Santosa di Bantul, Senin, mengatakan, secara umum ketinggian gelombang pantai selatan bertepatan dengan tradisi 'padusan' atau sehari menjelang bulan puasa 2026 dalam kondisi normal atau landai.
"Memang kondisinya normal, dengan ketinggian gelombang dua hingga tiga meter, namun lokasi berbahaya atau rip current yang sudah kita petakan dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok itu sekitar 15 hingga 20 rip current," katanya.
Dia mengatakan, oleh karena itu, wisatawan atau pengunjung Pantai Parangtritis dan Depok hendaknya mewaspadai potensi bahaya jika bermain air atau mandi di sekitar rip current, agar terhindar dari kondisi yang membahayakan keselamatan dirinya.
"Yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan apabila ada lonjakan kunjungan ke pantai itu sekitar delapan sampai 10 rip current, tapi kalau pengunjung tidak terlalu banyak, sekitar delapan rip current yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan," katanya.
Dia mengatakan, lokasi berbahaya untuk bermain air di pantai current tipe di Pantai Parangtritis selalu berubah-ubah baik bentuk, kedalaman, lokasinya kemudian jumlahnya, karena sangat dipengaruhi faktor alam dari pantai itu sendiri.
"Karena memang di pantai kontur bawahnya pasir yang mana pasir sendiri dapat dengan mudah dipindahkan oleh pergerakan air laut. Jadi semakin banyak jumlah pengunjung, maka potensi wisatawan yang mendekati rip current juga lebih banyak," katanya.
Dia juga mengatakan, titik rip current yang berpotensi menyebabkan kecelakaan laut karena terseret arus bawah laut tersebut sesuai pemetaannya sebagian diantaranya berada di selatan pintu masuk kawasan Pantai Parangtritis, sehingga potensi bahaya juga tinggi.
"Saat ini rambu rambu memang tidak bisa pasang di semua titik rip current karena keterbatasan jumlah rambu rambu. Namun kita pastikan saat padusan, personel kami selalu stand by di tepian pantai yang depannya ada rip current," katanya.(*)