AS Dan China Sepakat Perpanjang Gencatan Dagang, Tegangan Ekonomi Reda hingga Setahun

AS Dan China Sepakat Perpanjang Gencatan Dagang, Tegangan Ekonomi Reda hingga Setahun
Ilustrasi - Perang dagang antara China dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/am.)

Moskow, sorotkabar.com - Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan sepakat untuk memperpanjang masa berlaku kesepakatan gencatan perang dagang yang diteken pada Oktober lalu di Korea Selatan. Kesepakatan ini rencananya bakal diperpanjang hingga satu tahun ke depan.

Harian South China Morning Post (SCMP) pada Kamis melaporkan, mengutip sumber internal, bahwa perpanjangan tersebut kemungkinan besar akan difinalisasi pada April mendatang. Langkah ini dinilai realistis dan bisa tercapai, karena kedua negara sama-sama ingin memaksimalkan manfaat ekonomi jangka pendek dari kesepakatan Oktober lalu.

Dengan perpanjangan ini, AS dan China punya ruang untuk melanjutkan kerja sama yang sudah disepakati, termasuk komitmen pembelian baru dari China terhadap produk-produk asal AS. Fokus jangka pendek ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

SCMP juga melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump berpeluang melakukan kunjungan selama tiga hari ke China mulai 31 Maret. Meski begitu, jadwal tersebut masih dalam tahap pembahasan karena Beijing mempertimbangkan penyesuaian dengan Festival Qingming atau Cengbeng yang jatuh pada 5 April.

Sebelumnya, Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat meneken gencatan perang dagang berdurasi satu tahun saat bertemu di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada akhir Oktober lalu. Kesepakatan ini menjadi titik jeda dalam tensi perang dagang yang sempat memanas di antara kedua negara.

Dalam kesepakatan tersebut, AS menurunkan rata-rata tarif barang-barang asal China dari 57 persen menjadi 47 persen, termasuk memangkas separuh tarif terkait fentanil menjadi 10 persen. Di sisi lain, China membuka peluang untuk meningkatkan impor produk pertanian dari AS.

Kalau perpanjangan ini benar-benar disepakati, hubungan dagang AS dan China setidaknya bakal “adem” setahun ke depan. Dampaknya, iklim perdagangan global diharapkan bisa lebih stabil, meski dinamika politik dan ekonomi tetap perlu dicermati.(*) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index