Perdebatan Wilayah Malaysia dan Indonesia, Anwar Ibrahim: Lihat Data

Perdebatan Wilayah Malaysia dan Indonesia, Anwar Ibrahim: Lihat Data
Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur memanas akibat adanya pembahasan soal wilayah perbatasan Malaysia dan Indonesia. (Freepik/leoaltman)

Malaysia,sorotkabar.com - Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur memanas akibat adanya pembahasan soal wilayah perbatasan Malaysia dan Indonesia. Salah satunya datang dari anggota dewan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim meminta agar polemik perbatasan Indonesia dan Malaysia harus disikapi dengan positif agar bisa menjalin hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.

"Sebab itu semua harus merujuk kepada angka dan data, jadi kita tidak boleh sembarang berasumsi," kata Anwar Ibrahim dikutip dari Bernama, Kamis (5/2/2026).

Ia juga mengatakan, pemberian penghargaan kepada petugas atau otoritas Malaysia dan Indonesia yang terus berada di lapangan untuk melakukan pengukuran garis batas terkait perbatasan negara harus dihargai.

"Kenyataan menghina, biadab tentu ada. Kalau tidak tahu maka bertanya, tetapi jangan pula mencaci," jelasnya.

Sayangnya, pernyataan atau niat baik dari Anwar Ibrahim memicu interupsi dari sejumlah anggota dewan dari partai oposisi sekali pun.

Bahkan, Ketua Dewan Rakyat Malaysia Johari bin Abdul sudah menjelaskan bahwa agenda sidang hanya mendengarkan penjelasan Perdana Menteri Anwar Ibrahim satu arah.

Namun, seluruh tanggapan akan dilakukan pada agenda berikutnya yang akan dijadwalkan.

Sejumlah anggota dewan dari partai oposisi melayangkan interupsi karena keberatan disebut memaki. Bahwa, tudingan tersebut dinilai tidak layak untuk disampaikan di sidang parlemen.

Para anggota dewan hanya ingin meminta penjelasan dari pemerintah Malaysia berdasarkan keterangan yang disampaikan otoritas Indonesia mengenai permasalahan batasan wilayah kedua negara.

"Saya tidak mempermasalahkan para anggota dewan oposisi bertanya kepada saya. Namun, saya membantah tuduhan fitnah kepada saya yang menyebutkan bahwa saya berkhianat kepada negara," jawab Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim menegaskan, bahwa persoalan batasan wilayah negara harus melibatkan banyak unsur terkait. Sehingga, apabila belum selesai dilakukan maka harus saling menghormati.

"Boleh kita berbeda pendapat, tetapi jangan menyinggung perasaan rekan kita di Indonesia yang berusaha menjalin hubungan baik antara dua negara ini," tutupnya.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index