Pertamina 6 Hours Mandalika 2026: Razaiq Motorsport Tak Terkalahkan

Pertamina 6 Hours Mandalika 2026: Razaiq Motorsport Tak Terkalahkan
Razaiq Motorsport juara Pertamina 6 Hours Mandalika 2026. Strategi pengereman endurance dan kolaborasi pembalap RI-Malaysia kunci sukses taklukkan balapan. (DOK)

Jakarta,sorotkabar.com - Pertamina 6 Hours Mandalika 2026 menjadi saksi dominasi Razaiq Motorsport yang tak terkalahkan dalam balapan ketahanan enam jam di Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 1 Februari 2026. 

Tim yang diperkuat empat pembalap, yaitu Rafi Thamrin (Indonesia), Junus Danuatmojo (Indonesia), Bradley Anthony (Malaysia), dan Hayden Haikal (Malaysia), tampil impresif meski kerap mendapat tekanan dari rival di lintasan.

Keberhasilan Razaiq Motorsport tidak hanya mengandalkan kecepatan. Strategi dari tim engineer dan kesiapan Honda Brio yang telah disiapkan khusus untuk endurance turut memastikan tim meraih kemenangan mutlak. Berdasarkan catatan resmi, mobil bernomor 777 menyelesaikan balapan dengan total waktu 6 jam 3 menit 13,796 detik, dengan putaran tercepat 2 menit 03,618 detik. 

Hasil ini meninggalkan pesaing terdekat, Cargloss Racing Team, satu lap di belakang dengan selisih lebih dari lima menit. Chief Engineer Razaiq Motorsport, Wie Wie Rianto, menjelaskan persiapan matang tim menghadapi balapan ketahanan. 

Salah satu fokus utama adalah penggunaan komponen berdaya tahan tinggi. “Dengan spesifikasi mobil balap yang mengacu pada Kejurnas ITCR 1.200, dan dengan bensin lebih banyak karena jam balap lebih panjang, kita juga mengganti part sistem pengereman ke spesifikasi endurance. Artinya, selama enam jam balapan, kita tidak mengganti brake pad,” jelas Wie Wie.

Selain mobil, strategi tim juga menjadi kunci. Pembagian tugas antara dua pembalap Indonesia dan dua pembalap Malaysia sudah dipetakan dengan matang. Tim melakukan rangkaian uji coba, latihan bersama, dan track walk untuk menentukan kecepatan ideal tiap pembalap serta strategi balapan.

Team Manager Razaiq Motorsport, Kusuma Sembadha, menambahkan bahwa sinergi tim di pit stop, termasuk pergantian pembalap, pengisian bahan bakar, dan penggantian ban, menjadi faktor penting dalam mempertahankan keunggulan di Pertamina 6 Hours Mandalika 2026. “Persiapan mobil yang matang, kombinasi pembalap muda dan senior, serta soliditas mekanik dalam pit stop membuat tim ini unggul,” ujar Kusuma.

Kolaborasi antara Razaiq Motorsport dan pembalap Malaysia tidak hanya membuahkan hasil di Mandalika. Tim ini juga direncanakan mengikuti ajang balap di Malaysia pada tahun ini, menunjukkan keseriusan mereka dalam mengembangkan pengalaman internasional.

Keberhasilan Razaiq Motorsport di Pertamina 6 Hours Mandalika 2026 menegaskan bahwa persiapan matang, strategi cerdas, dan kerja sama tim yang solid adalah kunci untuk menaklukkan balapan ketahanan enam jam.(*) 
,sorotkabar.com - Pertamina 6 Hours Mandalika 2026 menjadi saksi dominasi Razaiq Motorsport yang tak terkalahkan dalam balapan ketahanan enam jam di Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 1 Februari 2026. 

Tim yang diperkuat empat pembalap, yaitu Rafi Thamrin (Indonesia), Junus Danuatmojo (Indonesia), Bradley Anthony (Malaysia), dan Hayden Haikal (Malaysia), tampil impresif meski kerap mendapat tekanan dari rival di lintasan.

Keberhasilan Razaiq Motorsport tidak hanya mengandalkan kecepatan. Strategi dari tim engineer dan kesiapan Honda Brio yang telah disiapkan khusus untuk endurance turut memastikan tim meraih kemenangan mutlak. Berdasarkan catatan resmi, mobil bernomor 777 menyelesaikan balapan dengan total waktu 6 jam 3 menit 13,796 detik, dengan putaran tercepat 2 menit 03,618 detik. 

Hasil ini meninggalkan pesaing terdekat, Cargloss Racing Team, satu lap di belakang dengan selisih lebih dari lima menit. Chief Engineer Razaiq Motorsport, Wie Wie Rianto, menjelaskan persiapan matang tim menghadapi balapan ketahanan. 

Salah satu fokus utama adalah penggunaan komponen berdaya tahan tinggi. “Dengan spesifikasi mobil balap yang mengacu pada Kejurnas ITCR 1.200, dan dengan bensin lebih banyak karena jam balap lebih panjang, kita juga mengganti part sistem pengereman ke spesifikasi endurance. Artinya, selama enam jam balapan, kita tidak mengganti brake pad,” jelas Wie Wie.

Selain mobil, strategi tim juga menjadi kunci. Pembagian tugas antara dua pembalap Indonesia dan dua pembalap Malaysia sudah dipetakan dengan matang. Tim melakukan rangkaian uji coba, latihan bersama, dan track walk untuk menentukan kecepatan ideal tiap pembalap serta strategi balapan.

Team Manager Razaiq Motorsport, Kusuma Sembadha, menambahkan bahwa sinergi tim di pit stop, termasuk pergantian pembalap, pengisian bahan bakar, dan penggantian ban, menjadi faktor penting dalam mempertahankan keunggulan di Pertamina 6 Hours Mandalika 2026. “Persiapan mobil yang matang, kombinasi pembalap muda dan senior, serta soliditas mekanik dalam pit stop membuat tim ini unggul,” ujar Kusuma.

Kolaborasi antara Razaiq Motorsport dan pembalap Malaysia tidak hanya membuahkan hasil di Mandalika. Tim ini juga direncanakan mengikuti ajang balap di Malaysia pada tahun ini, menunjukkan keseriusan mereka dalam mengembangkan pengalaman internasional.

Keberhasilan Razaiq Motorsport di Pertamina 6 Hours Mandalika 2026 menegaskan bahwa persiapan matang, strategi cerdas, dan kerja sama tim yang solid adalah kunci untuk menaklukkan balapan ketahanan enam jam.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index