Disdikbud Kota Sorong Bentuk Tim Terpadu Awasi Program Sekolah Gratis

Disdikbud Kota Sorong Bentuk Tim Terpadu Awasi Program Sekolah Gratis
Kepala Disdikbud Kota Sorong Yuli Kirihio, di Sorong

Sorong,sorotkabar.com -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, membentuk tim terpadu guna memperkuat pengawasan pelaksanaan program sekolah gratis di seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala Disdikbud Kota Sorong Yuli Kirihio, di Sorong, Selasa, mengatakan pembentukan tim pengawasan itu bertujuan memastikan implementasi program sekolah gratis yang telah dicanangkan Wali Kota Sorong Septinus Lobat dan Wakil Wali Kota Anshar Karim berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran bagi peserta didik.

“Tim pengawas sudah kami turunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan program ini benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh siswa,” kata Yuli.

Ia menjelaskan program sekolah gratis masih tergolong baru karena mulai berjalan pada akhir tahun 2025, sehingga pengawasan intensif diperlukan.

Ke depan, kata dia, Disdikbud juga akan menggandeng instansi terkait seperti Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap pengelolaan dana bantuan tersebut.

Menurut Yuli, dana sekolah gratis disalurkan dalam bentuk hibah langsung kepada sekolah dan dikelola oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai kebutuhan.

"Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar penggunaan dana tetap transparan dan akuntabel," katanya.

Selain membebaskan biaya pendidikan, Yuli menekankan dana tersebut juga dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan menyediakan bimbingan tambahan bagi siswa yang memiliki capaian akademik rendah tanpa membebani orang tua dengan biaya tambahan.

“Kalau ada siswa yang membutuhkan bimbingan belajar atau les tambahan, itu bisa difasilitasi dari dana sekolah gratis. Orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya,” ujarnya.

Dalam pengawasan program tersebut, Disdikbud melibatkan seluruh kepala bidang sesuai jenjang pendidikan serta pengawas sekolah.

Setiap temuan kejanggalan dalam penggunaan dana diminta segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada Wali Kota Sorong.

Yuli menegaskan pihaknya akan bersikap tegas dalam mengawal program sekolah gratis agar tujuan utama program, yakni meringankan beban ekonomi orang tua dan meningkatkan kualitas pendidikan, dapat tercapai.

“Dengan adanya program ini, orang tua terbantu karena tidak lagi dibebani biaya komite, seragam, maupun pungutan lain. Anak-anak bisa fokus belajar dan diharapkan prestasi mereka juga meningkat,” katanya.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index