DLHK Pekanbaru Tingkatkan Intensitas Pengangkutan Sampah dan Penanganan Pohon Tumbang di Awal 2026

DLHK Pekanbaru Tingkatkan Intensitas Pengangkutan Sampah dan Penanganan Pohon Tumbang di Awal 2026
DLHK Pekanbaru Tingkatkan Intensitas Pengangkutan Sampah dan Penanganan Pohon Tumbang di Awal 2026

Pekanbaru,sorotkabar.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru meningkatkan intensitas pengangkutan sampah memasuki awal tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul potensi lonjakan volume sampah pasca-perayaan Tahun Baru serta meningkatnya risiko pohon tumbang di musim hujan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan produksi sampah dipastikan meningkat, terutama setelah rangkaian libur Natal dan Tahun Baru.

“Untuk tahun 2026 ini, sampah pasti meningkat. Apalagi pasca Tahun Baru. Karena itu, kami membuat pola pengangkutan yang lebih intens agar sampah tidak menumpuk,” ujar Reza saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (1/1/2026) sore.

Reza menjelaskan, DLHK tidak menambah armada maupun peralatan pengangkut sampah. Namun, pihaknya memperpanjang waktu operasional, khususnya di titik-titik strategis seperti jalan protokol dan lokasi trans depo.

“Kalau tambahan alat belum ada. Tapi waktu pengangkutan kami tambah, terutama untuk jalan protokol dan trans depo,” jelasnya.

Menurut Reza, durasi aktivitas pengangkutan di trans depo yang sebelumnya delapan jam kini diperpanjang menjadi 10 jam per hari. Hal ini dilakukan untuk mendukung kinerja Lembaga Pengelola Sampah (LPS) kelurahan yang mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat menuju tempat penampungan sementara sebelum dibawa ke TPA Muara Fajar.

“Harapan kami, LPS bisa mulai bekerja dari pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, dan minimal dalam sehari bisa mengangkut sampah dari dua sampai tiga titik lingkungan,” katanya.

Meski demikian, Reza mengakui musim hujan menjadi tantangan tersendiri karena kondisi trans depo berpotensi becek. Namun, hal tersebut tidak mengurangi komitmen petugas di lapangan.

“Memang hujan bisa membuat kondisi kurang ideal, tapi itu tidak mengurangi semangat kerja. Tetap kami benahi,” ujarnya.

Ia menambahkan, petugas kebersihan telah mulai melakukan penyapuan dan pembersihan jalan protokol sejak pukul 05.00 WIB pada pagi hari setelah perayaan Tahun Baru.

“Anggota kami bekerja siang dan malam. Tanggal 31 Desember malam juga ada permohonan penanganan pohon tumbang, dan Alhamdulillah semuanya sudah ditangani,” kata Reza.

Terkait kebijakan work from anywhere (WFA) yang akan diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam beberapa hari ke depan, Reza menegaskan bahwa layanan kebersihan tetap berjalan normal.

“Sampah itu muncul setiap hari, tiap detik, dan tidak mengenal libur. Kami tetap bekerja maksimal dan saya akan terus mengawasi,” tegasnya.

Sebelumnya, DLHK Kota Pekanbaru juga terus menggencarkan pemangkasan dan perapian ranting pohon di sejumlah titik sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang.

Reza menyebutkan, sepanjang periode 1 Januari hingga 16 Desember 2025, DLHK telah menangani 2.569 batang pohon yang dipangkas, dirapikan, maupun dipindahkan. Sementara sekitar 100 batang pohon ditebang, 25 diantaranya akibat tumbang karena faktor alam, dan sisanya karena terserang hama.

“Secara kewenangan, kami menangani pohon di jalur hijau, median jalan, dan ruang terbuka hijau. Namun dalam kondisi darurat, kami tetap membantu masyarakat,” katanya.

Menghadapi tingginya curah hujan, Reza mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah, terutama di ruas jalan yang banyak ditumbuhi pohon besar.

“Keselamatan masyarakat menjadi perhatian bersama dan mari kita bersama-sama menjaga kebersihan Kota Pekanbaru. Saya bersama tim selalu akan berusaha maksimal agar kota tercinta kita ini enak dipandang mata," tutupnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index