Jakarta,sorotkabar.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) telah lama menjadi salah satu kontributor utama bagi perekonomian Indonesia, baik di tingkat nasional maupun regional, khususnya Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika. Kontribusi PTFI mencakup manfaat langsung dan tidak langsung yang signifikan, yang berperan penting dalam pendapatan domestik bruto (PDB) nasional, pembangunan regional, serta penciptaan lapangan kerja.
Selama lebih dari lima dekade, kontribusi finansial PTFI telah mencapai angka yang mengagumkan. Dalam periode 1992 hingga 2024, total manfaat finansial langsung yang disumbangkan kepada negara, bersumber dari Pajak, Royalti, Dividen, Bea, dan pungutan lain mencapai lebih dari US$ 34 miliar. Jumlah penerimaan ini menjadikan PTFI sebagai salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia. Manfaat ini juga mencakup alokasi devisa yang vital, di mana 65% dari total manfaat finansial langsung yang didistribusikan dalam periode tersebut menjadi bagian dari Indonesia.
Selain aliran dana langsung ke kas negara, perusahaan juga menyalurkan manfaat tidak langsung melalui investasi, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, dan pembelian dalam negeri. Total manfaat tidak langsung ini jauh lebih besar, mencapai US$ 70,5 miliar dalam kurun waktu yang sama, menunjukkan komitmen investasi berkelanjutan di dalam negeri.
Dampak Kuat terhadap Perekonomian Regional dan Nasional
Kegiatan operasional PTFI memiliki dampak ekonomi yang terkonsentrasi, terutama di wilayah Papua. Operasional perusahaan memberikan kontribusi masif sebesar 79,27% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Mimika dan 33% terhadap PDRB Provinsi Papua. Ini menjadikan PTFI sebagai penggerak ekonomi utama dan tulang punggung finansial bagi wilayah tersebut.
Pada skala nasional, kontribusi PTFI juga signifikan. Perusahaan menyumbang 0,78% terhadap total PDB Indonesia. Bahkan, kontribusi finansialnya kepada pemerintah pusat setara dengan 1,64% dari total dana transfer yang dialokasikan melalui APBN ke seluruh Indonesia.
Peran Kunci dalam Penciptaan Lapangan Kerja
PTFI turut memainkan peran vital dalam menyerap tenaga kerja. Data tahun 2019 menunjukkan bahwa kegiatan PTFI telah menciptakan total 208.000 kesempatan kerja di seluruh Indonesia. Dari jumlah ini, sebanyak 64.000 (31%) merupakan kesempatan kerja di Papua, sementara 144.000 (69%) berada di luar Papua, menunjukkan dampak rantai nilai perusahaan yang tersebar luas secara nasional.
PT Freeport Indonesia tidak hanya beroperasi sebagai entitas pertambangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang menyediakan sumber penerimaan fiskal yang sangat besar bagi pemerintah pusat, serta menjadi fondasi ekonomi utama dan pencipta lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah Papua dan Indonesia secara keseluruhan.
Proyeksi Produksi Emas dan Potensi Pendapatan Negara
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Senin (24/11/2025), Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, memaparkan proyeksi produksi emas perusahaan untuk tahun 2025 hingga 2029. Proyeksi ini sejalan dengan rencana pemulihan tambang Grasberg Block Caving (GBC) yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027.
“Perusahaan juga telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk memasok emas hingga 30 ton per tahun, dengan potensi lebih besar sesuai permintaan,” lanjut Tony.
Dengan proyeksi produksi yang masif ini dan asumsi harga komoditas yang tinggi, PTFI memperkirakan pendapatan negara pada periode 2028 hingga 2029 berpotensi melebihi US$ 6 miliar per tahun, atau mendekati Rp 100 triliun per tahun. Secara keseluruhan, Freeport Indonesia membuktikan diri sebagai pilar ekonomi strategis, yang tidak hanya menggerakkan PDB melalui penerimaan fiskal yang sangat besar, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi utama dan pencipta lapangan kerja bagi masyarakat di Papua dan seluruh Indonesia.(*)