Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Bulanan Ketiga Berturut-turut

Jumat, 29 Mei 2026 | 20:35:59 WIB
Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Bulanan Ketiga Berturut-turut

Jakarta,sorotkabar.com – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026) di tengah harapan tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun, logam mulia tersebut masih berada pada jalur penurunan bulanan ketiga secara berturut-turut akibat kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot tercatat naik 0,8% menjadi US$ 4.528,19 per ons troi pada pukul 17.05 WIB. Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada posisi US$ 4.365,76 per ons troi sebelum akhirnya ditutup menguat.

Meski rebound pada akhir pekan, harga emas masih turun sekitar 2% sepanjang Mei 2026.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 0,6% menjadi US$ 4.559,10 per ons troi.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan harga emas masih bergerak berlawanan dengan minyak dunia yang memengaruhi inflasi dan kebijakan moneter bank sentral.

“Harga emas masih berkorelasi negatif dengan minyak yang memengaruhi inflasi dan kebijakan moneter. Harga minyak yang lebih rendah mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga, dan itu positif bagi emas,” ujar Staunovo.

Harga minyak dunia sendiri turun lebih dari 1% dan menuju penurunan mingguan terdalam sejak awal April. Pelemahan terjadi setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, Presiden AS Donald Trump disebut masih belum memberikan persetujuan akhir terhadap kesepakatan tersebut. Media pemerintah Iran juga menyebut perjanjian itu belum final.

Pada sisi lain, inflasi AS pada April tercatat naik paling cepat dalam tiga tahun terakhir akibat lonjakan harga energi yang dipicu perang AS-Iran. Kondisi ini memperkuat pandangan ekonom bank sentral AS atau The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena investor lebih memilih instrumen berbunga.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,2% menjadi US$ 75,51 per ons troi, platinum melemah 0,3% ke US$ 1.917,96 per ons, sementara paladium naik 0,4% menjadi US$ 1.373,88 per ons. Platinum diperkirakan mencatat penurunan bulanan, sedangkan perak dan paladium masih berada pada  jalur kenaikan bulanan.(*)

Halaman :

Terkini