Kasus Hantavirus Kapal Pesiar Tak Ditemukan di Indonesia

Senin, 11 Mei 2026 | 20:48:15 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers tentang kewaspadaan hantavirus yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin 11 M ei 2026. (Antara/Antara)

Jakarta,sorotkabar.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ditemukan bukti penularan hantavirus dari tikus ke manusia di Indonesia sejak virus tersebut pertama kali terdeteksi pada 1991.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni menjelaskan kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), berbeda dengan kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia.

“HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. Sementara kasus di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus,” ujar Andi di Jakarta, Senin (11/5/2026) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan HPS pada kapal pesiar tersebut disebabkan strain Andes virus yang dalam sejumlah penelitian dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dan berkepanjangan. Namun, untuk tipe HFRS yang ditemukan di Asia dan Indonesia, hingga kini belum ada bukti penularan antarmanusia.

Menurut Andi, faktor risiko penularan hantavirus meliputi kontak dengan tikus atau celurut melalui gigitan, urin, feses, maupun debu yang telah terkontaminasi.

Kelompok yang berisiko tinggi antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja bangunan lama, warga di daerah banjir, hingga masyarakat yang melakukan aktivitas luar ruangan seperti berkemah.

“Secara global, kasus hantavirus tersebar di Eropa, Amerika, dan Asia. Untuk Indonesia, sejak 2024 hingga 2026 tercatat 23 kasus HFRS tanpa temuan HPS,” katanya.

Penelitian Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora) sebelumnya juga menemukan virus hanta pada tikus dan celurut di 29 provinsi di Indonesia.

Terkait kasus di kapal pesiar MV Hondius berbendera Belanda, otoritas kesehatan Inggris melaporkan adanya klaster Severe Acute Respiratory Illness (SARI) pada 2 Mei 2026.(*)

Halaman :

Terkini