Pekanbaru,sorotkabar.com – Kenaikan harga cabai dan sejumlah komoditas sayuran terjadi di Pasar Simpang Baru, Pekanbaru, dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dipicu faktor cuaca di daerah penghasil, dan diperparah oleh situasi distribusi yang belum sepenuhnya stabil.
Soni, pemilik warung Sembako Berkah Dua Saudara, mengatakan harga cabai mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa hari terakhir. Cabai Medan kini dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp30.000–Rp35.000. Cabai bukit naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit runcing meningkat dari Rp35.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit biasa relatif stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram.
“Kenaikan ini karena pengaruh cuaca. Banyak cabai yang datang dalam kondisi basah, jadi kualitasnya menurun,” ujar Soni, Senin (4/5/2026).
Menurut dia, hujan di daerah penghasil membuat pasokan terganggu. Cabai yang basah juga lebih cepat rusak sehingga memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
“Dalam seminggu ini naiknya bertahap, sekitar seribu sampai dua ribu rupiah. Sempat turun sedikit, tapi tidak banyak,” katanya.
Selain cabai, harga komoditas lain juga mengalami kenaikan. Tomat yang sebelumnya dijual Rp10.000 per kilogram kini menjadi Rp15.000. Bawang merah ukuran jumbo berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang merah kecil sekitar Rp40.000. Adapun bawang putih masih stabil di angka Rp32.000 per kilogram.
Soni menambahkan, kenaikan harga saat ini lebih dipengaruhi faktor cuaca dibandingkan dampak langsung dari kondisi bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau BBM ada pengaruh, tapi tidak terlalu besar. Yang paling terasa tetap dari cuaca di daerah penghasil,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan tekanan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi bersamaan dengan sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.
Lina, warga Panam yang sedang berbelanja, mengaku pengeluaran rumah tangganya meningkat.
“Harga bahan pokok naik, sementara BBM juga susah didapat. Jadi pengeluaran bertambah,” katanya.
Ia mengaku mulai mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan kondisi.
“Biasanya beli cabai lebih banyak, sekarang dikurangi. Yang penting cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Kenaikan harga pangan yang dipicu faktor cuaca, ditambah gangguan akses BBM, membuat tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat. Warga berharap harga kebutuhan pokok segera stabil dan distribusi BBM kembali lancar agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.(*)