Tuapse,sorotkabar.com – Kota Tuapse yang merupakan pelabuhan utama di Krasnodar Krai, Rusia barat daya dilaporkan terkontaminasi tumpahan minyak setelah serangan pesawat tak berawak (drone) Ukraina menerjang kilang minyak di kawasan tersebut pada Sabtu (2/5/2026).
Kepala Distrik Tuapse, Sergei Boyko, mengatakan wilayah tersebut sebenarnya tengah bersiap menyambut kedatangan wisatawan untuk musim liburan.
“Musim liburan akan berlangsung. Garis pantai distrik kami sekitar 90 kilometer. Apa yang terjadi di satu pantai tidak akan memengaruhi pantai lainnya. Dan kami akan membersihkan pantai ini pada 1 Juni 2026, dan orang-orang yang datang khusus ke sini tetap akan dapat menggunakannya,” kata Boyko di saluran Solovyov Live, dikuti dari surat kabar Rusia Kommersant.
Mengutip laporan kantor berita independen Rusia, Meduza, Senin (4/5/2026), Boyko menginformasikan, hingga berita ini diturunkan pihak berwenang setempat tidak mencatat adanya lonjakan kunjungan pasien rumah sakit yang tidak normal setelah insiden tumpahan minyak.
Sementara itu, terkait insiden tumpuhan minyak ini, seorang ahli ekologi Rusia yang berbicara kepada Agentstvo, media investigasi independen Rusia, menyebut tumpahan minyak telah mencemari sekitar 60 kilometer atau sekitar 37 mil garis pantai di dekat Tuapse. Ahli menilai rencana pemerintah setempat untuk membersihkan pantai sebelum musim liburan sebagai hal yang tidak realistis.
Sebagai informasi, sejak pertengahan April 2026, Ukraina telah menyerang Tuapse sebanyak empat kali dengan menargetkan kilang minyak lokal serta terminal laut yang terhubung dalam satu kompleks. Serangan tersebut memicu beberapa insiden hujan minyak di wilayah kota, dan tumpahan minyak juga dilaporkan ditemukan di sungai serta laut sekitar kawasan.(*)