Dumai,sorotkabar.com - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta kepala daerah di Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang diperkirakan sampai November 2026 nanti.
Ini disampaikan Menteri Hanif saat memimpin Upacara Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Bapor Komplek Perumahan Bukit Datuk Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Minggu (26/4).
Apel siaga ini diikuti belasan pleton pasukan TNI Polri, Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satpol PP, Tim Security dan Fire Brigade Pertamina Kilang Dumai, Manggala Agni dan peserta lain dari sejumlah perusahaan.
Dikatakan Menteri Hanif bahwa pentingnya langkah pencegahan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan Tahun 2026.
Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau 2026 akan dipengaruhi fenomena El Nino berpotensi menyebabkan kondisi lebih kering dan panjang.
Puncak kemarau diperkirakan terjadi mulai Juli 2026, dengan wilayah rawan seperti Riau dan Kalimantan Barat sudah mulai mengalami musim kering lebih awal sejak April.
"Pengendalian karhutla bagian penting dari komitmen Indonesia menurunkan emisi. Pencegahan harus menjadi prioritas utama, mengingat dampak karhutla selain merusak lingkungan dan keanekaragaman hayati, juga menimbulkan gangguan kesehatan dan kerugian ekonomi negara," kata Menteri Hanif.
Data menunjukkan kondisi karhutla di Riau mengalami peningkatan signifikan. Hingga 23 April 2026, tercatat 840 titik panas, dengan 318 di antaranya berstatus kepercayaan tinggi—meningkat enam kali lipat dibandingkan periode yang sama Tahun 2025.
Sementara luas lahan terbakar hingga 31 Maret 2026 mencapai 8.555,37 hektare, atau naik 20 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menjadikan Riau sebagai wilayah dengan tingkat karhutla tertinggi kedua secara nasional.
Menghadapi kondisi tersebut, Menteri menegaskan perlunya kesiapsiagaan penuh melalui patroli terpadu, pemanfaatan teknologi pemantauan hotspot, pengelolaan lahan gambut, serta kolaborasi aktif antara pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan masyarakat.
Ia juga menekankan tidak ada toleransi terhadap praktik pembakaran lahan, dengan ancaman penegakan hukum tegas hingga evaluasi perizinan bagi pelaku pelanggaran.
Apel siaga ini menjadi peringatan dini agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi potensi karhutla, sekaligus memastikan Provinsi Riau tidak kembali dilanda bencana kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dalam pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Riau ini turut dihadiri Kepala Biro Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Ketut Gede Adi Wibawa, Wakil Walikota Dumai Sugiyarto, Kapolres AKBP Angga FH.
Kemudian, General Manager Pertamina Patra Niaga RU II Dumai Iwan Kurniawan didampingi Manager HSSE Syahrial Okzani dan AM Commrel dan CSR Tengku Muhammad Rum serta lainnya.(*)