Sebanyak 310 Siswa-Guru Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel 750 Sekolah Rusak

Rabu, 08 April 2026 | 16:52:04 WIB
Penampakan sekolah di Minab, Iran, hancur usai digempur Israel (dok. Abbas Zakeri/Mehr News/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

Teheran,sorotkabar.com - Menteri Pendidikan Iran, Alireza Kazemi, mengatakan lebih dari 750 sekolah di negaranya mengalami kerusakan akibat rentetan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Kazemi mengumumkan bahwa sedikitnya 310 siswa dan guru tewas akibat serangan-serangan tersebut.

Kazemi, seperti dilansir Press TV, Selasa (7/4/2026), mengungkapkan angka-angka mengerikan itu dalam wawancara televisi pada Senin (6/4) malam. Dia menambahkan bahwa lebih dari 210 siswa dan guru mengalami luka-luka akibat serangan gabungan AS dan Israel.

Kawasan Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sedikitnya 1.340 orang di Iran, termasuk pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat rentetan serangan AS-Israel.

Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan-serangan AS dan Israel yang terus berlanjut, menyasar target yang beragam, mulai dari fasilitas nuklir hingga sekolah dan rumah sakit di Iran.

Merujuk pada kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan terhadap sektor pendidikan negara tersebut, Kazemi mengatakan: "Sekitar 900 unit pendidikan dan administrasi, serta fasilitas perkemahan dan olahraga, telah rusak atau hancur."

Dia menekankan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 750 sekolah mengalami kerusakan.

Menurut Kazemi dalam pernyataannya, wilayah Provinsi Hormozgan, Markazi, Teheran, dan Azerbaijan Timur menanggung dampak terberat dari serangan-serangan terhadap infrastruktur pendidikan.

"Kementerian Luar Negeri Iran telah berkomunikasi dengan sejumlah organisasi internasional, termasuk Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan Dana Darurat Anak Internasional pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), untuk secara hukum memperjuangkan keadilan bagi para siswa Iran," ujar Kazemi menegaskan.

Otoritas Iran menuduh AS dan Israel secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas energi, menewaskan ratusan warga sipil Iran, termasuk sedikitnya 170 anak di sebuah Sekolah Dasar (SD) di area Minab pada hari pertama perang pada 28 Februari lalu.(*)

Terkini