91 Hotspot Terdeteksi di Riau, Bengkalis Terbanyak Sumbang Titik Panas

Jumat, 03 April 2026 | 21:00:07 WIB
Ilustrasi operasi ydara intensif padamkan api di Riau (foto/ist)

Pekanbaru,sorotkabar.com  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di wilayah Sumatera. Berdasarkan laporan BMKG Pekanbaru tercatat sebanyak 156 titik panas tersebar di berbagai provinsi, Jumat pagi (3/4/2026).

Disampaikan Forecaster On Duty, Yudhistira, Riau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 91 titik. Sebagian besar terdeteksi di Kabupaten Bengkalis dengan 74 titik, disusul Pelalawan 6 titik, Rokan Hilir dan Siak masing-masing 4 titik, serta wilayah lain seperti Dumai, Kampar, dan Indragiri Hulu dengan jumlah lebih kecil.

"Sementara itu, provinsi lain juga mencatat kemunculan titik panas, di antaranya Jambi 18 titik, Kepulauan Bangka Belitung 15 titik, Aceh dan Kepulauan Riau masing-masing 10 titik, Sumatera Selatan 9 titik, Lampung 2 titik, serta Sumatera Utara 1 titik," sebutnya.

Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah mengerahkan operasi pemadaman dari udara, termasuk tiga unit helikopter dan satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini difokuskan di wilayah rawan seperti Pelalawan, Dumai, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Bengkalis, terutama di area yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Dilaporkan, sejumlah wilayah seperti Pelalawan, Dumai, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir kini telah berhasil dipadamkan. Dalam operasi tersebut, helikopter milik BNPB dan Kementerian Kehutanan melakukan puluhan sortie patroli. Selain itu, helikopter water bombing milik BNPB telah menjatuhkan sekitar 3,19 juta liter air melalui 710 kali pengeboman untuk memadamkan api.

Tak hanya itu, upaya hujan buatan juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca dengan sembilan kali penerbangan dan penyemaian sekitar 9.000 kilogram garam (NaCl) guna memicu terbentuknya hujan.

Secara keseluruhan, luas lahan yang berhasil dipadamkan sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026 mencapai 3.022,88 hektare. Upaya terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran karhutla yang berpotensi meluas di tengah kondisi cuaca kering.(*)

Halaman :

Terkini