Jakarta,sorotkabar.com - Misteri mengenai partisipasi Lionel Messi di Piala Dunia musim panas mendatang kembali menjadi sorotan utama.
Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang menimbulkan keraguan sekaligus harapan terkait kehadiran sang megabintang.
Menurut Scaloni, keputusan akhir apakah Messi akan tampil di turnamen tersebut sepenuhnya berada di tangan pemain berusia 38 tahun tersebut. Pernyataan Scaloni ini muncul di tengah spekulasi panas mengenai potensi Messi mencatatkan sejarah dengan tampil di Piala Dunia keenamnya.
“Sejak laga kompetitif terakhirnya di kandang Argentina pada September lalu, Messi memang cenderung tertutup dan belum memberikan kepastian apakah ia akan memimpin tim Tango di Amerika Serikat nanti,” tulis The Independent, Sabtu (28/3/2026).
Dalam konferensi pers menjelang laga persahabatan melawan Mauritania dan Zambia, Scaloni secara terbuka mengungkapkan keinginan besarnya agar Messi tetap berada dalam skuad. Ia mengakui bahwa kehadiran pemilik delapan Ballon d'Or tersebut sangat krusial, bukan hanya untuk teknis tim, melainkan juga untuk moral seluruh pemain dan pendukung.
"Ini adalah pertanyaan yang lebih tepat ditujukan kepadanya, namun sejauh yang saya tahu, Anda sudah tahu apa yang saya pikirkan. Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk memastikan dia ada di sana," ujar Scaloni kepada para wartawan.
Ia menegaskan bahwa secara emosional, dirinya sangat berharap sang kapten tidak pensiun dulu dari panggung internasional. Scaloni juga menambahkan bahwa kehadiran Messi adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh dunia sepak bola secara luas.
Namun, ia sangat realistis mengenai tantangan yang dihadapi pemain di usia senja kariernya. Menurutnya, kondisi fisik dan kesiapan mental Messi adalah faktor penentu yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun, termasuk pelatih sekalipun.
Tekanan global memang terasa sangat besar mengingat Piala Dunia kini menyisakan waktu kurang dari tiga bulan lagi. Scaloni mengakui bahwa tuntutan untuk melihat Messi bermain tidak hanya datang dari publik Argentina, melainkan dari seluruh pecinta sepak bola di penjuru dunia. Hal ini menjadi beban sekaligus kebanggaan tersendiri bagi kubu Albiceleste.
Selain masalah kesediaan, Scaloni juga menyentuh aspek taktis yang harus dihadapi staf pelatih jika Messi memutuskan ikut serta. Ada dilema mengenai seberapa besar peran yang bisa dijalankan Messi di lapangan, apakah ia mampu bermain penuh selama 90 menit atau harus digunakan secara strategis di momen-momen tertentu demi menjaga kondisinya.
Scaloni kembali menegaskan rasa hormatnya terhadap otonomi Messi. Baginya, Messi telah memenangkan hak untuk memutuskan masa depannya dengan tenang tanpa tekanan dari pihak mana pun. "Kami tidak terburu-buru. Kami tahu bahwa apa pun yang ia putuskan akan menjadi hal terbaik bagi dirinya dan tim," pungkas pelatih yang membawa Argentina juara dunia tersebut.(*)