Sebanyak 330 Warga Binaan Dapat Remisi, Dua Orang Langsung Bebas

Minggu, 22 Maret 2026 | 20:02:03 WIB
Penyerahan remisi secara simbolis yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Sabtu (21/3/2026).

Selatpanjang, sorotkabar.com – Suasana berbeda terasa di Lapas Kelas IIB Selatpanjang pada Sabtu (21/3/2026). Di balik tembok tinggi itu, ratusan warga binaan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan harapan baru, setelah negara memberikan pengurangan masa pidana kepada mereka yang dinilai menunjukkan perubahan sikap selama menjalani pembinaan.

Sebanyak 330 warga binaan dipastikan menerima remisi khusus Idulfitri tahun ini. Momen tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi penanda perjalanan panjang para narapidana dalam memperbaiki diri, sekaligus peluang untuk kembali lebih cepat ke tengah masyarakat.

Prosesi dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) remisi khusus Idulfitri 2026. Kepala Lapas Selatpanjang, Yopi Febrianda, kemudian membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, sebelum menyerahkan SK secara simbolis kepada tiga perwakilan warga binaan.

Dalam sambutan menteri yang dibacakan Kalapas, ditegaskan bahwa pemberian remisi bukanlah hak yang datang begitu saja, melainkan hasil dari proses pembinaan yang dijalani dengan sungguh-sungguh.

"Pengurangan masa pidana hanya diberikan kepada mereka yang menjaga perilaku, aktif mengikuti program pembinaan, serta mampu melakukan introspeksi diri sehingga tingkat risiko terus menurun," ujar Yopi membacakan sambutan menteri.

Data yang dihimpun menunjukkan, mayoritas penerima remisi mendapatkan pengurangan masa pidana dalam kategori Remisi Khusus I (RK I), yakni sebanyak 328 orang. Rinciannya, 46 orang memperoleh potongan 15 hari, 242 orang satu bulan, 25 orang satu bulan 15 hari, dan 15 orang dua bulan. Sementara itu, dua warga binaan lainnya menerima Remisi Khusus II (RK II) dengan besaran masing-masing satu bulan dan satu bulan 15 hari, yang berarti langsung bebas setelah remisi diberikan.

Lebih dari sekadar angka, remisi ini menjadi simbol kepercayaan negara kepada warga binaan yang telah berupaya berubah. Harapannya, momentum Idulfitri ini menjadi titik balik bagi mereka untuk kembali ke masyarakat dengan semangat baru dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan pemberian ucapan selamat secara simbolis serta sesi foto bersama yang penuh haru menggambarkan secercah kebahagiaan di balik jeruji, di hari kemenangan. (*) 

Terkini